JAKARTA — Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akhirnya resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presidan periode 2024-2029. Pelantikan dilaksanakan di Gedung DPR/MPR RI yang dihadiri oleh anggota DPR RI, anggota DPD RI, sejumlah pemimpin negara sahabat, dan disaksikan oleh segenap rakyat Indonesia di seluruh tanah air.
Menanggapi pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, Anggota DPR/MPR RI Heri Gunawan menyatakan, Prabowo Subianto siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan nasional dan akan mewujudkan tujuan negara Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia 1945.
“Pak Prabowo berkomitmen untuk mewujudkan tujuan negara Indonesia yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” kata Heri Gunawan kepada awak media usai menghadiri acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung DPR/MPR RI Jakarta.
“Komitmen tersebut disampaikan dalam pengucapan sumpah jabatan sebagai Presiden yang akan menjalankan UUD, semua undang-undang, dan peraturan yang berlaku, untuk berbakti pada negara dan bangsa,” lanjutnya.
Politisi yang biasa disapa Hergun ini juga menegaskan, bahwa dalam rangka mewujudkan amanat konstitusi tersebut, Pak Prabowo dalam pidatonya berkomitmen untuk mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan anak-anak sekolah, dan memastikan subsidi negara sampai kepada rakyat yang membutuhkan.
“Pak Prabowo melihat masih banyak rakyat yang belum menikmati hasil kemerdekaan. Masih banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Masih banyak anak-anak yang berangkat sekolah tidak makan pagi. Masih banyak anak-anak yang tidak punya pakaian sekolah. Untuk itu, anak-anak harus diberi makan bergizi minimal 1 kali sehari,” tegasnya.
“Pak Prabowo juga akan memastikan bahwa semua subsidi bantuan kepada rakyat miskin akan sampai dengan tepat sasaran. Perlu keberanian untuk meneliti dan kalau perlu mengubah subsidi itu agar disampaikan secara langsung kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan. Dengan teknologi digital akan memastikan subsidi itu sampai ke setiap keluarga yang membutuhkan,” lanjutnya.
Lebih lajut Ketua DPP Partai Gerindra itu menegaskan, salah satu solusi Pak Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat adalah dengan melakukan hilirisasi semua produk.
“Pak Prabowo menjamin dan melindungi rakyat yang paling lemah untuk mencapai kesejahteraan sejati dan kemakmuran yang sebenarnya melalui hilirisasi atas semua komoditas yang kita miliki. Nilai tambah dari semua komoditas itu harus menambah kekuatan ekonomi kita sehingga rakyat kita bisa mencapai tingkat hidup yang sejahtera. Seluruh komoditas kita harus bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” bebernya.
Wakil Ketua Umum DPN HKTI (Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) itu melanjutkan, Pak Prabowo juga berkomitmen untuk mewujudkan swasembada pangan agar Indonesia bisa memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya dan tidak bergantung pada impor dari negara lain.
“Pak Prabowo mencanangkan bahwa Indonesia harus mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia. Hal tersebut dapat diwujudkan paling lambat 4 hingga 5 tahun. Indonesia siap swasembada pangan dan bahkan siap menjadi lumbung pangan dunia,” tegasnya.
Anggota Dewan Pembina PP SATRIA (Pimpinan Pusat Satuan Relawan Indonesia Raya) itu juga menegaskan bahwa Pak Prabowo juga berkomitmen untuk mewujudkan swasembada energi.
“Pak Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus segera mewujudkan swasembada energi. Dalam keadaan ketegangan dan dalam keadaan kemungkinan terjadi perang dimana-mana, kita harus siap dengan kemungkinan yang paling jelek. Negara-negara lain harus memikirkan kepentingan mereka sendiri, kalau terjadi hal yang tidak diinginkan sulit bagi kita untuk mendapatkan sumber energi dari negara lain. Oleh karena itu, kita harus swasembada energi dan kita mampu untuk swasembada energi,” tegasnya.
Politisi yang menjabat anggota DPR RI untuk periode yang ketiga itu juga menegaskan, bahwa Pak Prabowo berkomitmen untuk memberantas korupsi dan menyelamatkan anggaran negara dari kebocoran-kebocoran yang merugikan rakyat dan bangsa Indonesia.
“Pak Prabowo melihat masih banyaknya kebocoran-kebocoran dari anggaran yang disebabkan penyimpangan-penyimpangan kolusi di antara para pejabat politik, pejabat pemerintah di semua tingkatan, dengan pengusaha-pengusaha yang nakal pengusaha-pengusaha yang tidak patriotik,” tegasnya.
“Pak Prabowo berkomitmen untuk memberantas korupsi dengan perbaikan sistem, penegakan hukum yang tegas, dan digitalisasi. Selain itu, akan mendorong seluruh unsur pimpinan untuk memberi contoh ing ngarso sung tulodo mengingat ada pepatah yang mengatakan kalau ikan menjadi busuk, busuknya mulai dari kepala,” lanjutnya.
Hergun juga menegaskan bahwa Pak Prabowo akan melanjutkan politik luar negeri yang bebas-aktif, non-blok, serta tidak ikut pakta-pakta militer manapun. Indonesia akan memilih jalan bersahabat dengan semua negara. Hal tersebut sesuai dengan filosofi kuno seribu kawan terlalu sedikit satu lawan terlalu banyak.
“Pak Prabowo akan membawa Indonesia menjadi sahabat bagi semua negara, namun dengan tetap memegang prinsip anti penjajahan. Hal itu mengingat Indonesia pernah mengalami penjajahan dan penindasan sehingga akan memilih sikap anti penjajahan, anti rasialisme, dan anti apartheid. Karena itu, Indonesia punya prinsip harus solider membela rakyat yang tertindas di dunia ini dan mendukung kemerdekaan rakyat Palestina,” bebernya.
Politisi yang berasal dari Dapil IV Jawa Barat (Kota dan Kabupaten Sukabumi) itu menegaskan bahwa dalam rangka mewujudkan amanat konstitusi tersebut Pak Prabowo memahami bahwa di samping adanya kekayaan alam yang melimpah, Indonesia dihadapkan pada tantangan, rintangan, hambatan, dan ancaman serta pergulatan dunia tidak ringan.






