Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah II Jawa Barat, Alik Mustakim mengaku memang tahun ini sedang ada pelaksanaan penggantian jembatan di Pamuruyuan.
Di mana, nanti akan dibikin struktur jembatan baru dan lebih bagus secara desain dan lebih bisa menampung kondisi lalu lintas dengan lebar lebih standar.
“Memang dengan adanya paket penggantian jembatan yang baru di Pamuruyan ini, berdekatan dengan jembatan lama. Otomatis pada saat pelaksanaan kontruksi, ada resiko untuk penanganan jembatan yang lama.
Karena lalu lintas masih berada di jembatan lama,” ungkap Alik Pada saat pelaksanaan, sebenarnya sudah ada pemasangan turab dari dolken. Lalu juga dipasang sandbag.
“Tapi memang kita mengalami cuaca ekstrem sekali. Seperti contoh di Cikembang Bagbagan ini, dan di Pamuruyan juga sama terjadi bencana,” sambungnya.
Dengan kondisi curah hujan tinggi, akhirnya menggerus senbag dan membuat tembok sedada ambruk. Saat ini tim PPK dan penyedia jasa sudah bergerak ke lapangan.
“Kita sedang menyiapkan untuk penanganan sheet pile. Jadi kami luruskan informasi, bukan jembatannya yang ambruk, tapi tembok sedada,” jelasnya Tembok sedadanya nanti diidentifikasi di lapangan oleh tim PPK.
“Nanti kita pasang sheet pile. Sehingga, perjalanan kendaraan di jembatan eksisting bisa berjalan dengan aman,” beber Alik.(den/cr2/e)





