Pergerakan Tanah di Desa Cijurey Gegerbitung Ancam Rumah Warga

MENUNJUKAN : Anggota P2BK Kecamatan Gegerbitung, Ofiek saat meninjau lokasi retakan tanah Kampung Pasir Talang, RT 13/04, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitun, pada Kamis (11/11). (FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)

SUKABUMIPergerakan tanah kembali menerjang wilayah Sukabumi. Kali ini, bencana alam mengancam lima rumah penduduk di Kampung Pasir Talang, RT 13/04, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, pada Kamis (11/11)

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Gegerbitung, Ofiek mengatakan, hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Gegerbitung, menyebabkan bencana retakan tanah.

Bacaan Lainnya

“Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun akibat bencana alam ini, telah mengakibatkan area persawahan milik warga setempat mengalami anjlokan tanah dengan ketinggian awal 20 centimeter dengan lebar 10 centimeter,” kata Ofiek kepada Radar Sukabumi pada Kamis (11/11).

Menurut Ofiek, bencana retakan ini pertama terjadi di wilayah kampung tersebut, sejak Kamis (04/11) sekira pukul 15.30 WIB. Namun, sudah sekitar sepekan dari kejadian bencana awal, kino retakan tanah semakin meluas.

“Iya, setelah hampir sepekan anjlokan bertambah ada yang ketinggian 1 meter dan kedalaman 1 meter hingga – 4 meter. Sementara, lebar retakan tanah dari 10 centimeter sampai 40 centimeter,” paparnya.

Saat ini, ujar Ofiek, kondisi retakan sangat mengkhawatirkan. Bahkan, dirinya berasumsi jika terus-terusan wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intesitas tinggi, maka dapat dipastikan kondisi retakan akan semakin meluas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *