“Bahkan, saat ini diarea mahkota anjlokan sudah berbentuk tapal kuda dengan panjang retakan sekitar 60 meter,” imbuhnya.
Pihaknya menambahkan, saat ini di atas mahkota retakan terdapat pemukiman warga dengan jarak dari titik gerakan tanah ke pemukiman penduduk terdekat sekitar 20 meter.
“Ada tujuh rumah penduduk yang lokasinya dekat dengan bencana retakan tanah itu. Saat ini, kondisinya sangat terancam. Sementara, area pertanian yang terdampak dan terancam ada sekitar 1 hektare,” pungkasnya. (den/d)






