“Seperti kesenian barongsai yang akan ditampilkan akan mematuhi anjuran peraturan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan agar warga tidak terlalu banyak di dalam vihara,” ujarnya.
Sejauh ini, sambung Arieffin, pihaknya belum mendapatkan informasi dari Pemerintah Kota Sukabumi terkait perayaan tahun baru Imlek tersebut.
“Dalam pergantian Tahun Baru Imlek, tahun depan merupakan Tahun Macan dan berharap semoga Hari Raya Imlek ini dapat membawa kebaikan bagi masyarakat Sukabumi khususnya kepada warga Tionghoa, dapat merayakannya dengan menerapkan protokol kesehatan membantu pemerintah agar pandemi Covid-19 ini agar tidak memuncak kembali,” tutupnya. (bam)






