BERITA UTAMA

Penjual Es di Sukabumi Babakbelur Dihakimi Warga Dituduh Mencuri,  Polisi Luruskan Kabar Salah Tangkap

×

Penjual Es di Sukabumi Babakbelur Dihakimi Warga Dituduh Mencuri,  Polisi Luruskan Kabar Salah Tangkap

Sebarkan artikel ini
Penjual Es di Sukabumi Dituduh Mencuri
Jujun saat menujukan bekas luka yang dideritanya akibat kena pukulan warga saat dituduh mencuri.

WARUNGKIARA – Jujun Junaedi (54), seorang warga Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, mengalami nasib naas setelah dituduh mencuri uang oleh sekelompok warga di Kampung Padasuka, Desa Kertaharja, Kecamatan Cikembar. Akibat tuduhan tersebut, Jujun harus menerima perlakuan kasar dari warga yang memukulinya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (28/9) sekitar pukul 10.00 WIB, ketika Jujun baru tiba di lokasi untuk berjualan es Hun Kue secara keliling. Tanpa diduga, sekelompok warga mendekatinya dan langsung menuduhnya mencuri uang sebesar Rp 30 juta.

Bank bjb Tandamata

“Saya tidak tahu apa-apa. Hari Senin (23/9) lalu, saya hanya berjualan di dekat masjid yang sedang menggelar pengajian. Setelah jualan hanya laku Rp 2.000, saya pergi ke tempat lain. Tapi tiba-tiba, pada Sabtu itu saya ditangkap warga dan dituduh mencuri uang Rp 30 juta,” ungkap Jujun sambil menahan rasa sakit akibat pemukulan.

Jujun menjelaskan bahwa meskipun ia telah membantah tuduhan tersebut, warga tetap memukulinya.

“Saya tidak mencuri, tapi mereka tetap memukul saya sampai polisi datang dan membawa saya ke kantor polisi. Baru di sana saya merasa aman,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah dan sama sekali tidak mengetahui soal pencurian uang yang dituduhkan kepadanya.

“Saya lebih baik mati kelaparan daripada mencuri. Sejak dulu, saya hidup susah, sampai sekarang masih ngontrak rumah, bahkan sudah punya cucu,” kata Jujun dengan tegas.

Menurut Jujun, kesehariannya memang diisi dengan berjualan es Hun Kue dari kampung ke kampung. Namun, ia tidak menyangka akan mengalami perlakuan seperti itu.

“Tiba-tiba warga minta KTP saya dan menuduh saya mencuri, bahkan katanya saya terekam CCTV. Saya minta mereka melihat rekaman dulu, karena saya yakin itu bukan saya, mungkin hanya orang yang mirip,” jelasnya.

“Saya tetap tidak mengaku. Banyak sekali orang yang memukul saya. Kepala saya sakit, beberapa hari setelah kejadian, saya tidak bisa makan, pening kepala saya,” sambungnya.

Beruntung, saat itu saat kejadian menimpa Jujun, polisi segera datang dan mengamankannya dari amukan warga. Meski begitu, beberapa warga masih sempat menendang dan memukulnya sebelum polisi tiba.

“Karena takut mati konyol, saya sempat mengaku terpaksa saat ada polisi. Padahal, saya tidak mencuri,” ucapnya.

Setelah diperiksa oleh polisi, Jujun dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan karena tidak ada bukti yang mendukung tuduhan pencurian.
“Kalau saya mencuri, pasti ada buktinya dan saya ditahan. Tapi nyatanya saya bisa pulang karena memang tidak bersalah,” ujar Jujun.