Terhadap pihak keluarga, Kapolsek Parungkuda sudah mengarahkan untuk ditindak lanjuti dan jika ada hal yang diragukan, maka dirinya menyarankan agar segera menghubungi Mapolsek Parungkuda.
“Kami arahkan juga kepada dua pihak keluarga duka agar membuat surat pernyataan keberatan melakukan autopsi dan Alhamdulillah hasil kerjsama Forkopimcam dan kerjasama antar desa kami sudah berupaya sebagaimana mestinya,” tandasnya.
Sementara itu sepupu korban, Sanusi (45) mengatakan, korban yang bernama Kakek Madtoi ditemukan meninggal dunia dengan menggunakan baju merah dan celana hijau itu, bermula dari laporan masyarakat setempat yang tengah melakukan pemungutan layang-layang.
“Di jalan raya itu, saya dapat informasi dari warga yang sedang mungut layang-layang. Katanya, ada mayat tergeletak di semak belukar dan mayatnya itu menggunakan celana hijau,” kata Sanusi pada Selasa (17/05).
Sewaktu ia mendapatkan kabar tersebut, ia dibuat kaget bukan kepalang. Lantaran, korban yang merupakan saudaranya itu dikabarkan hilang sudah lebih dari satu minggu terakhir pergi dari rumahnya.






