Pendistribusian Bansos di Desa Salawangi Sukaraja Tak Merata

  • Whatsapp
Bansos Desa Salawangi
Petugas Desa Salawangi, Kecamatan Sukaraja, saat mendistribusikan BSB dari Kemensos kepada warga penerima manfaat.

SUKABUMI – Penyaluran Bantuan Sosial Beras (BSB) dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang diberikan kepada masyarakat terdampak Covid-19 diprotes oleh pemerintah Desa Salawangi, Kecamatan Sukaraja.

Kepala Desa Salawangi, Asikin mengatakan, bantuan beras yang bersumber dari Kemensos sebanyak 909 karung tersebut, hanya diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tercatat di Kementerian Sosial RI, seperti pada program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) saja.

Bacaan Lainnya

“Sementara, pada faktanya dilapangan masih banyak warga desa kami yang membutuhkan bantuan tersebut. Sehingga hal ini dinilai tidak tepat sasaran. Karena banyak warga yang mendapatkan bantuan sosial di masa pandemi Covid-19 ini, secara double,” kata Asikin kepada Radar Sukabumi pada Rabu (11/08).

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sambung Asikin, masing-masing telah mendapatkan beras sebanyak 10 kilogram dari bantuan Kemensos tersebut. Saat ini, akibatnya penyaluran bantuan sosial tersebut tidak merata dan banyak KPM kembali mendapatkan bantuan,

“Tentu saja, hal itu menjadi polemik atau menjadi permasalahan bagi pemerintah Desa Salawangi,” tandasnya.

Menurut Asikin, akibat pendistribusian bantuan sosial yang tidak merata, pemerintah Desa Salawangi kerap menjadi sasaran warga yang tidak mendapatkan bantuan tersebut. Warga pun menganggap bahwa pemerintah Desa Salawangi tebang pilih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *