Menurutnya, para aplikator transportasi online tidak keberatan dengan tuntutan tersebut. Namun, mereka perlu berkoordinasi dengan pihak perusahaan di kantor pusat.
“Mungkin ini sejak awal-awal aspirasi itu memang pernah disampaikan pada awal-awal booming angkutan transportasi online. Kalau tadi tetap mengedepankan musyawarah, jadi mereka dari teman-teman pengemudi juga tetap ingin bisa melayani warga masyarakat,” tutupnya. (bam/d)






