SUKABUMI — Duduk Perkara kericuhan antara pengemudi ojek online (ojol) dan sopir angkot berawal dari aksi demontrasi di Jalan Syamsudin tepatnya di depan Balai Kota Sukabumi, Selasa (20/8).
Berdasarkan keterangan kepolisian, awal mula kejadian tersebut sekira pukul 14.00 WIB saat sopir angkot trayek 08 jurusan Cisaat-Kota Sukabumi, trayek 14 dan 15 jurusan Bhayangkara-Kota Sukabumi, dan trayek 10 jurusan Selabintana-Sukabumi tengah menggelar aksi mogok jalan.
Awalnya, aksi tersebut dilakukan di Kantor Dishub Kota Sukabumi. Namun, karena tidak ada solusi sesuai yang menjadi tuntutan para sopir angkot agar adanya pembatasan jam operasional angkutan online, sehingga para sopir angkot langsung melanjutkan aksinya di halaman Balai Kota Sukabumi.
Tak lama kemudian, ratusan driver ojek online datang dari Jalan Siliwangi masuk ke kawasan Jalan R Syamsudin dengan membunyikan klakson. Sontak, hal itu menyulut emosi para sopir angkot yang berada di lawan arah sehingga terjadi kericuhan dan pengrusakan kaca satu unit mobil angkot. Beberapa petugas Satpol PP, Dishub dan Kepolisian pun, berupaya mengadang massa yang mengerubungi salah satu ojol dan meminta agar ojol berbalik arah.
Wakapolres Sukabumi Kota, Kompol Tahir Muhiddin mengatakan, sejauh ini polisi berupaya menengahi antar para sopir angkot dengan Ojol agar tidak terlibat bentrokan.
“Hanya miskomunikasi sehingga ada adu mulut antara mereka. Kami sudah berusaha untuk menengahi untuk dipertemukan di polres, sehingga nanti kita musyawarahkan dan mencari solusi terbaik untuk kepentingan bersama,” kata Tahir kepada wartawan, Selasa (20/8).
Tahir mengungkapkan, jajaran Polres Sukabumi Kota hingga saat ini masih menginventalisir sopir angkot maupun Ojol termasuk kendaraan yang menjadi korban dalam kericuhan tersebut. “Kami masih melakukan inventalisir ada berapa korban pemukulan,” ucapnya.
Tahir menghimbau, agar sopir angkot dan Ojol dapat kembali beraktivitas seperti biasa dan tidak melakukan aksi serupa. “Karena kita tau semua ini untuk isi perut, untuk kepentingan ekonomi masing-masing. Jangan sampai dengan adanya kejadian seperti ini menghalangi rekan mencari rizki. Karena itu, nanti kami akan membuat surat pernyataan dari kedua belah pihak untuk mencari kesepakatan bersama sehingga tidak ada lagi kejadian serupa,” paparnya.






