SUKABUMI – Penjabat sementara (Pjs) Bupati Sukabumi Raden Gani Muhammad memberikan tanggapannya ihwal tingkat penyebaran virus corona atau Covid-19 terhadap ratusan santri di kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Unggul Al-Bayan Cibadak.
Sebab diketahui bahwa data yang bersumber dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi pada 8 November 2020 lalu terdapat 284 santri dan dua guru di Ponpes tersebut telah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
Untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi selain terus melakukan imbauan soal memperketat penerapan protokol kesehatan, juga berencana akan melakukan pendampingan psikologis terhadap para santri yang terpapar viris tersebut.
“Nah ini kenapa harus ada penampingan psikologis, karena seseorang anak yang terkena positif Covid-19 itu jangan sampai drop dan down dan ini harus kita pulihkan,” kata Raden Gani kepada Radar Sukabumi usai melakukan launching aplikasi Electronik Development Agribusines Syariah (E-das) di Bale Sawala, Desa/Kecamatan Kebonpedes
, Rabu (11/11).
Di samping memulihkan imunitas para santri, pemerintah juga akan meningkatkan psikoligsinya. Karena dikhawatirkan apabila mereka merasa penyakit tersebut, tidak bisa disembuhkan, maka menurutnya hal ini merupakan sebuah pengobatan tahap awal.
“Karena di samping obat, dia juga harus diberikan pemahaman bahwa virus ini, bisa dilawan dan dikalahkan. Kita berikan dorongan-dorongan dan semangat supaya teman-teman santri ini bisa tetap surfive terus.
Iya, hampir sama kaya dilakukan trauma healing, tetapi metodologinya nanti tim ahli yang melakukan itu,” bebernya.






