Dalam mengantisipasi penyebaran virus tersebut, kini di wilayah Ponpes tersebut sudah disediakan posko yang terdiri dari unsur gabungan untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kondisi kesehatan para santri.
“Hal ini dilakukan dengan cara menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” timpalnya.
Selain itu, untuk menghindari klaster baru akibat penyebaran Covid-19, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap seluruh Ponpes yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Ini harus dilakukan terlebih lagi Kabupaten Sukabumi ini merupakan daerah santri yang identik dengan pesantren-pesantren.
“Untuk menjaga ikon Sukabumi sebagai daerah santri, maka pesantren itu harus diedukasi, jangan sampai di pesantren itu muncul klaster baru. Sehingga ikon Sukabumi secara umum akan runtuh,” tandasnya.
Untuk menjaga agar ikon Sukabumi sebagai daerah santri ini dapat sejalan dan seimbang. Maka, perlu adanya pengawasan yang ketat. Sebab itu, bagi pesantren yang belum melaksanakan dan menyediakan sarana dan parsarana protokoler kesehatan, maka akan terus diingatkan dan ditegur.
“Bila perlu kita akan bantu, tetapi kalau mereka mengabaikan dan lalai, maka akan diberikan peringatan tertulis. Iya, bila perlu kita tindak tegas untuk mengehentikan semua aktivitas pesantren. Ini harus dilakukan karena berhubungan dengan nyawa.
Karena orangtua sudah menitipkan anaknya ke pesantren supaya dapat ilmu dan sehat. Nah, kalau ilmunya dapat tetapi badannya tidak sehat, ini sangat berbahaya karena menyangkut dengan nyawa manusia,” pungkasnya. (den/d)






