BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Pemerintah Jampangtengah Angkat Bicara, Soal Sampah Cemari Sungai Cibojong

×

Pemerintah Jampangtengah Angkat Bicara, Soal Sampah Cemari Sungai Cibojong

Sebarkan artikel ini
Seorang warga Kampung Jelebud, RT 5/2, Desa/Kecamatan Jampangtengah, di sekitar Sungai Cibojong yang terdapat sampah dan sedang membakarnya.

Dirinya mengaku sudah melakukan berbagai upaya agar warga di kampung tersebut tidak membuang sampahnya ke sungai. Seperti koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Tata Ruang Pemukiman dan Kebersihan (Distarkimsih) Kabupaten Sukabumi.

“Namun kami terkendala dalam teknis angkutan sampah. Karena situasi jalan menuju lokasi tumpukan sampah itu, sulit dilintasi kendaraan,” bebernya.

Bank bjb Tandamata

Selain itu, dalam menangani persolan tumpukan sampah tersebut, pemerintah Kecamatan Jampangtengah sudah berencana akan membuat pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA).

“Tetapi kami terkendala mengenai lahan untuk dijadikan lokasi TPSA. Karena sebagian besar lahan yang tersedia adalah lahan milik perkebunan dan kehutanan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, persoalan sampah di Kabupaten Sukabumi perlu penanganan serius pemerintah. Saat ini masih ditemukan warga yang membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai.

Seperti yang terjadi di Sungai Cibojong, Desa/Kecamatan Jampangtengah. Aliran sungai ini dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga yang tidak bertanggung jawab.

Seorang warga, Saepul Rohmat (25) warga Kampung Jelebud, RT 5/2, Desa/Kecamatan Jampangtengah mengatakan, warga terpaksa membuang sampah ke Sungai Cibojong lantaran di kampung tersebut tidak ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

“Kondisi seperti ini sudah berlangsung lama, sehingga sudah menjadi kebiasaan warga setiap harinya membuang sampah ke sini,” jelas Saepul kepada Radar Sukabumi.

Menurut Saepul, warga yang membuang sampah ke sungai merupakan warga yang berasal dari Kampung Jelebud dan Kampung Bojong Lopang, Desa/Kecamatan Jampangtengah.

“Per harinya, tumpukan sampah di sungai ini tidak kurang dari tiga hingga empat karung. Paling banyak adalah sampah rumah tangga,” ujarnya.