Infrastruktur

Sungai Cibojong Jampangtengah Jadi Tempat Sampah

JAMPANGTENGAH – Persoalan sampah di Kabupaten Sukabumi perlu penanganan serius pemerintah. Saat ini masih ditemukan warga yang membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai. Seperti yang terjadi di Sungai Cibojong, Desa/Kecamatan Jampangtengah. Aliran sungai ini dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga yang tidak bertanggung jawab.

Seorang warga, Saepul Rohmat (25) warga Kampung Jelebud, RT 5/2, Desa/Kecamatan Jampangtengah mengatakan, warga terpaksa membuang sampah ke Sungai Cibojong lantaran di kampung tersebut tidak ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS). “Kondisi seperti ini sudah berlangsung lama, sehingga sudah menjadi kebiasaan warga setiap harinya membuang sampah ke sini,” jelas Saepul kepada Radar Sukabumi, Senin (11/12).

Menurut Saepul, warga yang membuang sampah ke sungai merupakan warga yang berasal dari Kampung Jelebud dan Kampung Bojong Lopang, Desa/Kecamatan Jampangtengah.

“Per harinya, tumpukan sampah di sungai ini tidak kurang dari tiga hingga empat karung. Paling banyak adalah sampah rumah tangga,” ujarnya.

Tumpukan sampah di sungai itu, sambung Saepul, selain karena tidak adanya TPS, juga disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Padahal ini tentunya akan berdampak negatif baik terhadap kesehatan maupun pada sungai itu sendiri.

“Beberapan tahun lalu, air yang mengalir di Sungai Cibojong ini sangat bersih dan sering dimanfaatkan warga untuk kebutuhan mencuci pakaian dan mandi. Tetapi sekarang sudah jarang yang menggunakannya, karena memang sudah tercemar,” bebernya.

Agar sungai tidak lagi dijadikan tempat sampah, Saepul berharap pemerintah dapat segera membangun TPS di dua kampung tersebut.

Ia pun menyebutkan bila tidak dibangunkan, maka warga tentunya kembali membuang sampahnya ke sungai.

“Warga yang membuang sampah ke sungai ini ada yang langsung dibakar, ada juga yang dibuang begitu saja, hingga tak heran bila sungai pun tercemar,” tandasnya.

Kondisi sampah ini pun mendapatkan sorotan dari Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan Sukabumi (PPLS).

Ketua PPLS, Taufik menilai, tumpukan sampah yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini dapat menimbulkan berbagai penyakit bila dibiarkan begitu saja.

“Tumpukan sampah itu, selain dapat mencemari air dan tanah yang berada di sekitarnya, juga dapat mempercepat pemanasan global karena menghasilkan gas metan yang bisa merusak atmosfer. Jelas perlu serius menangani sampah karena banyak penyakit yang timbul disebabkan sampah,” katanya.

Taufik mengaku, hingga saat ini persoalan sampah masih menjadi persoalan utama yang harus mendapatkan perhatian dan penanganan khusus dari pemerintah. Untuk itu, edukasi dan kampanye mengenai bahaya sampah harus terus dilakukan secara berkesinambungan kepada masyarakat.

Ini dilakukan agar masyarakat sadar dan merubah kebiasaan buruk yang membuang sampah sembarangan.

“Edukasi daur ulang harus terus dilakukan agar masyarakat sadar bahwa tumpukan sampah ini dapat menimbulkan penyakit dan bencana alam. Jika ini dilakukan, kami yakin nantinya dapat memutus jaringan buang sampah sembarangan,” pungkasnya. (den/t)

Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button