Menurut Panca, sehari-hari las karbit menggunakan oksigen itu memang menjadi prioritas dan sering digunakan. Karena kebanyakan pelanggannya selama menjadi spesialis motor, jika menggunakan las listrik tidak bisa dan hasilnya akan tidak baik.
“Kalau menggunakan las listrik terbatas pengunaannya. Kebanyakan saya las yang plat tipis seperti knalpot vespa, tengki motor dan lainnya. Kalaupun dipaksakan tidak bener. Sedangkan las listrik biasanya bahan-bahan besi tebal seperti tralis, pagar besi,” ucapnya.
Panca mengaku salama oksigen itu tidak ada penghasilannya menurun drastis. Biasanya. ia mendapatkan 10 sampai 15 konsumen. Tapi selama dua pekan ini, paling bagus 2-3 konsumen. Makanya, ia memutuskan untuk merumahkan sementara waktu dua orang karyawannya.
“Konsumen di sini kebanyakan motor. Hari ini saja gak ada satupun konsumen, karena sudah tau tidak ada oksigen dan gak bisa disiasati. Makanya dua orang pegawai saya terpaksa dirumahkan karena tidak bisa ke gajih. Situasi saat ini paling pendapatan Rp50 ribu tapi kadang-kadang tidak sepeserpun,” keluh Panca.
Mengisi kekosongannya, Panca mengaku membuat alat-alat pertanian atau perbengkelan sederhana dengan menggunakan las listrik dari stok bahan-bahan bengkel untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya.
“Paling bikin alat pertanian dan perbengkelan sederhana. Itu juga tidak setiap hari karena bahan-bahan besinya juga terbatas. Dari agen sih informasinya ada 20 Juli, tetapi sampai sekarang tidak ada. Sudah nyari kemana-mana juga tetap hasilnya nihil,” imbuhnya.
Ia berharap, kondisi seperti sekarang ini bisa segera pulih terutama ketersediaan oksigen, karena itu merupakan bahan pokok yang sangat penting untuk mendukung pekerjaan sehari-harinya termasuk dua orang karyawannya.
“Mudah-mudah sih segera ada oksigen. Karena kalau begini terus, sulit untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Saya juga pernah lapor dan komentar di instagramnya pak Jokowi soal susahnya oksigen di Sukabumi untuk pelaku usaha. Bahkan tetangga saya peternak ikan sampai kelabakan. Kalau bantuan dari pemerintah untuk pelaku usaha seperti kami selama ini juga tidak ada,” tandasnya.(cr1/t)






