Pelaku Penyebar Video Hoaks Genk Motor Sukabumi Miminta Maaf, Begini Motifnya

MEMINTA MAAF : pelaku penyebar video Hoax dan ayahnya saat meminta maaf ke masyarakat yang dilakukan di Polsek Kebonpedes.(Foto : tangkapan Layar)

SUKABUMI — Seorang pelaku penebar Hoaks video Genk motor di Jalur Lingkar Selatan Kota Sukabumi menyerahkan diri ke Kantor Polisi.

Pelaku yang diketahui bernama Sandi Nurzaman (24) ini datang ke polisi ditemani sang ayah dengan berkata meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi yang dibuat resah dengan video yang beredar pada Jumat Malam(26/11)

Bacaan Lainnya

“Assallamualaikum Warahmatullahiwabaratuh, permohonan maaf saya kepada seluruh masyarakat Kota/Kabupaten Sukabumi, atas tersebar video te tentan Genk Motor Dijalur lingkar selatan, bahwa kejadian tersebut tidak benar membuat seluruh warga Kota Sukabumi menjadi resah. Sekali lagi saya meminta maaf sebesar-besarnya Wassalam,” kata Sandi dalam video yang tersebar di media perpesanan WhatsApp Sabtu (27/11/2021).

Dalam video tersebut, sang ayah juga membacakan permintaan maaf atas perbuatan putranya yang meresahkan. Ia juga menyebut apa yang diteriakan putranya soal pembacokan geng motor tidak benar alias Hoax.

Saya sebagai orang tuanya meminta maaf kepada meminta maaf kepada warga Kota/Kabupaten Sukabumi atas kejadian tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, soal motif di balik pembuatan video itu, Kapolsek Kebonpedes Iptu Tommy Ganhany Jaya Sakti mengatakan bahwa pelaku iseng dan bermaksud untuk menakut-nakuti teman-temannya saja. Namun ternyata video itu malah menyebar dan meresahkan warga.

“Motifnya mau ngerjain teman-temannya, tanpa sepengetahuan pelaku video itu malah menyebar dan membuat resah warga pada malam tadi,” kata

Tommy juga mengatakan pelaku datang ke polsek atas inisiatifnya sendiri. Karena melihat banyaknya tekanan dari warganet yang belakangan mengetahui bahwa video itu ternyata hoax.

“Pelaku kaget, ternyata videonya bisa menyebar dan mendapat respon luar biasa dari warga masyarakat. Mungkin karena menyadari perbuatannya, ia memilih untik menyerahkan diri ke pihak kepolisian dan membacakan permintaan maaf,” pungkas Tommy.

Diketahui, video pelaku hanya memperlihatkan jalan raya dan Cafe Warpay atau Warung Payung di Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi. Pelaku kemudian pura-pura berteriak dan menyebut ada kekerasan oleh geng motor.

“Anu di jalur Warpay, aya duaan dikadekan, anu di Warpay anu di kota bejaan entong jalan jalur urang ieu arek jalur putar Nangleng (yang di jalur Warpay, ada dua di bacok yang di Warpay. Yang di kota informasikan jangan jalan jalur saya ini mau putar Nangleng),” teriak suara pria dalam video tersebut seperti dilihat detikcom, Jumat (26/11/2021).(*/dtk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.