BERITA UTAMA

Pelaku Penganiayaan di Kebonpedes Sukabumi Diburu Polisi, Ini Ciri-cirinya

×

Pelaku Penganiayaan di Kebonpedes Sukabumi Diburu Polisi, Ini Ciri-cirinya

Sebarkan artikel ini
DIBURU : Kapolsek Kebonpedes, Polres Sukabumi Kota, Iptu Tommy Ganhany Jayasakti bersama warga saat memburu terduga pelaku penganiayaan dua korban di Kampung Tanah Putih, RT 04/RW 05, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.(FOTO : DENDI RADAR SUKABUMI)
DIBURU : Kapolsek Kebonpedes, Polres Sukabumi Kota, Iptu Tommy Ganhany Jayasakti bersama warga saat memburu terduga pelaku penganiayaan dua korban di Kampung Tanah Putih, RT 04/RW 05, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.(FOTO : DENDI RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Kasus Penganiayaan seorang tokoh masyarakat, Bah Emik Hamami (85) dan membacok Bah Asep (53) di Kampung Tanah Putih, RT 04/05, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, diburu Polisi.

Kapolsek Kebonpedes, Polres Sukabumi Kota, Iptu Tommy Ganhany Jayasakti mengatakan, pelaku sudah teridentifikasi yaitu pria inisial DH (30).

Bank bjb Tandamata

Pria yang diketahui asal warga Pajampangan tersebut, telah melarikan diri usai melukai kedua korban yang salah satunya, Abah Emik diketahui berprofesi sebagai seorang pengobat alternatif

“Pelaku sudah teridentifikasi dan kami pun sudah menyisir ke semua area perbukitan yang berdekatan dengan lokasi TKP. Bahkan, saya sendiri sudah menyusuri sungai Cimandiri yang lokasinya berbatasan dengan wilayah Kecamatan Nyalindung. Tetapi, keberadaannya belum ditemukan,” kata Tommy kepada Radar Sukabumi pada Minggu (30/07).

Saat ini, pihak kepolisian tengah bekerjasama dengan warga dan para pemuda setempat, untuk melakukan penyisiran terutama di area lokasi kejadian pelaku melakukan penganiayaan.

“Pelaku masih buron dan kita masih melakukan pengejaran dibantu warga sekitar,” bebernya.

Pihak kepolisian bersama warga sengaja melakukan penyisiran untuk menangkap pelaku. Lantaran, dikhawatirkan terduga pelaku kembali melakukan penganiayaan kepada warga setempat.

“Nah, yang kami dan warga khawatirkan itu pelaku kembali melakukan penganiayaan. Karena, saat melarikan diri ke area perbukitan yang lokasinya di atas pemukiman penduduk itu, pelaku masih membawa senjata tajam jenis golok yang digunakan pelaku menganiaya dua korbannya itu,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya mengaku telah menugaskan sejumlah anggotanya di setiap titik yang lokasinya berada di sekitaran TKP. Ini dilakukan sebagai salah bentuk upaya upaya Polri dalam memburu pelaku.

“Selain itu, kami minta bantuan juga kepada masyarakat apabila pelaku datang lagi ke kampung itu, agar segera melaporkan kepada Polsek Kebonpedes atau petugas kita dilapangan. Iya, tujuannua agar dapat kita amankan lebih cepat,” tandasnya.

Selain menyiagakan petugas di beberapa titik perbatasan, Polsek Kebonpedes juga telah menyebarkan foto dan ciri-ciri teduga pelaku yang melakukan penganiayaan tersebut.

Ini sengaja dilakukan agar pelaku dapat dikenali masyarakat secara luas dengan harapan masyarakat dapat segera melaporkannya kepada pihak kepolisian, jika di wilayahnya menemukan atau melihat keberadaan pelaku.

“Sementara ciri-ciri pelaku saat meninggalkan tempat kejadian, yaitu menggunakan kaos hitam bertuliskan bismillah, celana sontog dan tinggi badan kira-kira 170 centimeter. Terduga pelaku juga berkulit gelap, berisi, rambut pendek ikal,” timpalnya.

Bukan hanya itu, untuk mempercepat penangkapan terduga pelaku, Polsek Kebonpedes juga telah menjalin koordinasi dengan sejumlah Polsek yang ada di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, apabila melihat ciri-ciri terduga pelaku agar segera diamankan.

“Sekarang kami tengah melakukan penjagaan diperbatasan, untuk mengurangi mobilitas pelaku. Iya, mohon kerjasamanya jika melihat ciri-ciri pelaku dapat diinformasikan kepada kita,” pungkasnya. (den/d)