BERITA UTAMA

Pecandu Judi Online Layak Diseret ke Barak Militer, Politisi: Kami Sarankan!

×

Pecandu Judi Online Layak Diseret ke Barak Militer, Politisi: Kami Sarankan!

Sebarkan artikel ini
Warga berjalan di depan spanduk sosialisasi larangan judi online di Kantor Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (1/7/2024). (Arif Firmansyah)
Warga berjalan di depan spanduk sosialisasi larangan judi online di Kantor Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (1/7/2024). (Arif Firmansyah)

BANDUNG — Kebijakan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, mengirimkan siswa bermasalah ke barak militer atau program yang diberi nama Panca Waluya masih menuai pro dan kontra.

Politikus Partai Golkar, Faisal Haris, ikut mendukung inisiatif tersebut. Dengan catatan, Dedi Mulyadi dalam pengimplementasian program tersebut menggandeng berbagai stakeholder ahli.

Bank bjb Tandamata

Faisal Haris mengungkapkan, bagi sebagian pihak, kebijakan Panca Waluya ini dinilai sebagai ancaman bagi anak-anak nakal, terutama bagi siswa SD dan mereka yang masih di bawah umur.

“Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan warga Jabar mengenai efektivitas dan dampak dari kebijakan tersebut,” ucap Faisal saat dihubungi RMOLJabar, Selasa, 13 Mei 2025.

Dipaparkan Faisal, program Panca Waluya atau Pendidikan Karakter, Disiplin, dan Bela Negara Kekhususan itu baru berjalan di beberapa tempat. Seperti Lapangan Kujang Rindam III/Siliwangi, Kota Bandung; Markas Resimen Armed 1/Sthira Yudha/1 Kostrad, Kabupaten Purwakarta; dan Dodik Bela Negara, Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Kemungkinan dilaksanakan juga di markas militer lainnya di Jabar, karena saya melihat program ini sifatnya jangka panjang,” terangnya.

Kendati demikian, dia mendukung langkah KDM dalam menerapkan Program Pendidikan Karakter Bela Negara terhadap pelajar tingkat SMP-SMA.

“Anak-anak mendapatkan hak untuk tumbuh dan berkembang, perlindungan, kesempatan menyuarakan pendapat, bahkan ada pemeriksaan kesehatan, dan psikologi,” jelas Faisal Haris yang juga salah satu petinggi Dewan Etik DPP Partai Golkar.

Faisal pun mendorong program Panca Waluya bisa diterapkan di ruang lingkup orang dewasa dengan beberapa kriteria. Salah satunya menyasar orang dewasa yang kecanduan judi online maupun yang terindikasi melakukan aksi premanisme.