Pasca Gempa, 132 Rumah Rusak

  • Whatsapp
MENINJAU KERUSAKAN: Bupati Sukabumi, Marwan Hamami saat melihat rumah yang rusak akibat gempa beberapa hari lalu. FT: IST

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Jumlah kerusakan rumah di Kabupaten Sukabumi akibat gempa beberapa hari lalu terus bertambah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, jumlah kerusakan itu mencapai ratusan dan tersebar di-34 kecamatan. “Data yang masuk hingga Minggu sore ini, 132 rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana gempa beberapa hari lalu,” jelas Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada Radar Sukabumi melalui telepon selularnya, kemarin (4/8).

Dari ratusan rumah yang terdampak ini, sambung Daeng, 16 rumah kategori rusak berat, 40 rusak sedang dan 76 rusak ringan. “Dari ratusan rumah yang terdampak ini, dihuni 135 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 469 orang. Sementara untuk warga yang mengungsi baru 32 orang, sisanya masih bertahan di rumahnya masing-masing,” imbuhnya.

Read More

Selain rumah, kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum (fasum) dan fasilitas pendidikan. Diantaranya masjid, majelis taklim, madrasah dan SDN. “Untuk fasilitas pendidikan dan fasum, hanya berjumlah delapan unit. Tiga diantaranya rusak sedang dan lima rusak ringan,” bebernya.

Disinggung mengenai jumlah kerugian, Daeng belum bisa memberikan keterangan. Pasalnya, saat ini BPBD masih fokus melakukan penanganan. Seperti membersihkan puing-puing bangunan yang roboh. “Kami belum bisa berkomentar kalau untuk jumlah kerugian. Kami masih fokus penanganan pasca bencana ini. Selain itu, kami juga memprediksi jumlah kerusakan rumah akibat bencana ini pasti akan terus bertambah,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Meteoroligi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan, akibat guncangan gempa ini, diperkirakan di beberapa daerah baik Banten maupun Sukabumi akan banyak bangunan yang retak. Bahkan sampai roboh. Meski demikian, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Untuk itu, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal yang cukup tahan terhadap guncangan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan. Mohon cermati dan terus berlatih langkah-langkah praktis untuk antisipasi bahaya gempa bumi. Baik pada saat persiapan sebelum gempa, maupun saat dan setelah gempa bumi,” singkatnya.

(Den/d)

Related posts

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *