PALABUHANRATU–Cuaca ekstrem siklontropis Cempaka masih membayang-bayangi warga Sukabumi. Terlebih bagi penduduk yang tinggal atau mencari nafkah di sepadan pantai.
Hasil pantauan Radar Sukabumi, tak sedikit akibat cuaca ekstrem itu membuat puluhan bangunan dan perahu rusak diterjang badai. Bahkan, angin kencang yang disebabkan gelombang pasang hingga setinggi 4-5 meter itu mengakibatkan mobil yang melintas di Jalan Cikadu rusak setelah tertimpa pohon tumbang.
Data yang dihimpun, sejak Kamis (30/11),
Di Kampung Cipatuguran Rt.05/20 Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi telah terjadi kerusakan bangunan. Diantaranya, 17 unit rumah warga rusak ringan dan empat rumah rusak berat.
Di Kampung Camara, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, sedikitnya empat rumah rusak parah dan enam rumah rusak ringan. Sebanyak 20 KK warga setempat mengungsi ke Kampung Cikeong, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu.
Di wilayah Pantai Citepus Desa Citepus Kecamatan Palabuhanratu, puluhan warung yang berjejejer di Pinggir pantai terendam gelombang. Ada sejumlah bangunan yang rusak.
Sedangkan di wilayah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP), puluhan pedagang ikan mengungsi akibat diterjang gelombang pasang.
“Kami meminta solusinya agar kami tetap bisa jualan, tutur pedagang ikan, Randi (25) kepada Radar Sukabumi, Kamis.
Entis Sutisna (32) nelayan Palabuhanratu menyebutkan, tak sedikit perahu bagang apung yang rusak parah, bahkan yang di dalam Dermaga II Palabuhanratu pun, ada perahu rumpon dan puluhan perahu piber, patah kincangnya.
“Kalo yang di dermaga rusak akibat peeahu dengan perahu beradu dihantam gelombang, ada juga yang nabrak temboh kolam dermaga,” sebutnya.
Ia berharap, cuaca ekstrem ini segera brakhir. Lantaran, banyak nelayan posisinya masih di tengah laut. (ryl)
Berikut Foto Bencana Pelabuhanratu :





