BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Omon Ditemukan Sudah Tak Bernyawa, di Tempat Pemakaman Umum Talaga

×

Omon Ditemukan Sudah Tak Bernyawa, di Tempat Pemakaman Umum Talaga

Sebarkan artikel ini

GUNUNGGURUH – Omon (59), warga Kampung Pangleseran, RT 4/4, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, ditemukan tewas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Talaga, tepatnya di Kampung Pangleseran, RT 1/5, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Jum’at (29/6). Penyebabnya diduga kuat karena penyakit pria paruh baya ini kambuh saat beraktivitas.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, jasad Omon pertama kali ditemukan oleh Anin (50), warga Kampung Pangleseran, RT 4/4, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh. Saat itu ia tengah dalam perjalan pulang setelah mencari kayu bakar, sekira pukul 13.00 WIB.

Bank bjb Tandamata

“Pertama melihat, posisi tubuhnya dalam keadaan tengkurap. Saat didekati, pria itu tidak bernafas,” jelas Anin kepada Radar Sukabumi, Jum’at (29/6).

Setelah itu, Anin langsung berteriak meminta tolong. Selang beberapa menit, sejumlah warga langsung berkerumun mendatangi lokasi penemuan mayat tersebut. “Saya juga langsung laporkan ini kepada Pak RT. Tidak lama kemudian datang sejumlah anggota dari Polsek Gunungguruh,” imbuhnya.

Kapolsek Gunungguruh, Iptu Yudi Wahyudi menjelaskan, saat menerima laporan dari warga, anggotanya yang dibantu dari Polres Sukabumi Kota langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP. Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi dan pengakuan dari istrinya yang bernama Tiyanah (49), pria malang ini mempunyai riwayat penyakit sesak nafas dan jantung.

“Apabila kelelahan, penyakit korban sering kumat. Besar kemungkinan, korban ini meninggal karena penyakitnya itu kambuh setelah beraktivitas. Sebab, saat petugas melakukan olah TKP dan memeriksa tubuhnya, tidak ditemukan luka ataupun tanda-tanda kekerasan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, berdasarkan pengakuan Tiyanah, bahwa suaminya itu sebelum meninggal dunia berada di rumah kakaknya di Kampung Buaya, RT 2/1, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung. Namun sekira pukul 13.00 WIB, suaminya itu bermaksud pulang melalui jalan yang menanjak.

“Penyakitnya ini kambuh karena kelelahan saat perjalan pulang dari rumah kakaknya. Saat kami evakuasi ke rumahnya, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan memilih untuk langsung dikebumikan,” pungkasnya. (cr13/d)