BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

ODP Sukabumi Setengah Jawa Barat, Pemudik Dini Harus Dipantau

×

ODP Sukabumi Setengah Jawa Barat, Pemudik Dini Harus Dipantau

Sebarkan artikel ini

Menurutnya, jumlah ODP di Kabupaten Sukabumi yang terpapar hampir 50 persen berusia produktif. Untuk itu, pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijiakannya kepada seluruh siswa agar belajar di rumah.

“Iya, belajar di rumah sebetulnyakan mengurangi kerumunan yang berlebihan. Bila, dimanfaatkan dengan bijak, maka pasti akan lebih efektif untuk memerangi penyebaran virus mematikan ini,” paparnya.

Bank bjb Tandamata

Untuk memerangi lonjakan jumlah ODP dan PDP di Kabupaten Sukabumi, maka Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Sukabumi, telah mempersiapkan berbagai strategi. Salah satunya, sterilisasi perbatasan

Sukabumi. “Intinya, kita akan berupaya maksimal untuk memerangi virus ini. Namun, saya berharap kerjasamanya dengan seluruh stakehoalder untuk membantu program pemerintah. Seperti jika tidak penting atau urgent disarankan tidak keluar rumah, memberlakukan social distancing, meningkatkan pola hidup bersih dan sehat,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, untuk memerangi penyebaran virus corona, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi akan membentuk tim perbatasan yang bekerjasama dengan Polsek dan Koramil untuk menentukan lokasi yang luas dalam melakukan penyemprotan disinfektan pada kendaraan umum. Seperti bus, angkutan umum serta kendaraan lainnya yang masuk ke Sukabumi.

“Terdapat tujuh lokasi yang akan diawasi dan dilakukan penyemprotan disinfektan ini. Yakni, daerah perbatasan Bogor-Sukabumi, Cianjur-Sukabumi, Tegalbuleud, Kabandungan, Gegerbitung, Nyalindung dan Cisolok-Sukabumi,” katanya.

Petugas gabungan akan menyesuaikan sesuai kebutuhan selama masa tanggap darurat Covid 19. Sehingga mereka bisa bergiliran dibagi jadwal setiap harinya agar tetap ada petugas yang jaga dan konsisten melakukan kegiatan tersebut.

“Selain itu, kami juga akan memaksimalkan sosialisasi secara serentak bekerja sama dengan DKM yang ada di setiap masjid untuk terus memutar himbauan yang telah di sepakati karena di perkirakan puncak wabah akan terjadi pada April sampai Mei,” paparnya.

Untuk mengantisipasi penambahan pasien dalam jumlah banyak, maka Pusbangda’i Cikembang, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar akan di manfaatkan menjadi ruang isolasi untuk pasien PDP. “Iya, diana bisa menampung pasien sekitar 400 orang,” ujarnya.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghubungi kerabatnya yang merantau, agar sementara waktu bisa menahan diri untuk tidak mudik demi keselamatan keluarga.

“Bagi yang sudah mudik atau kembali dari perantauan agar mengisolasi diri secara mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari. Namun, apabila ada gejala segera hubungi pusat fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya. (den/t)