SUKABUMI — Musim kemarau panjang mulai menimbulkan dampak serius di Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 400 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.000 jiwa di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat mengeringnya sumber-sumber air warga.
Kekeringan melanda satu ke-RW-an yang mencakup Kampung Legok Bitung, RT 01/RW 04, serta Kampung Kebon Kawung, RT 02, 03, dan 04/RW 04.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, krisis mulai dirasakan warga sejak Sabtu (11/7) siang. Manajer Pusdalops BPBD, Daeng Sutisna, menyebut pihaknya langsung bergerak cepat dengan mendistribusikan bantuan logistik air bersih.
“Akibat kemarau panjang, warga kesulitan air bersih. Sebagai penanganan awal, BPBD sudah mengirimkan bantuan sebanyak dua tangki berkapasitas 5.000 liter,” jelas Daeng, Minggu (12/7).
BPBD juga melakukan monitoring intensif untuk memetakan wilayah lain yang berpotensi terdampak. Sejauh ini, laporan tambahan belum masuk, meski sejumlah lahan pertanian di beberapa kecamatan sudah mulai kering. “Untuk pemukiman, baru Cibadak dan Cicurug yang kami distribusikan air bersih,” tambahnya.





