BERITA UTAMA

Mezzanin Gazebo Pantai Karanghawu Sukabumi Dibiarkan Rusak, Ikon Wisata Kian Memudar

×

Mezzanin Gazebo Pantai Karanghawu Sukabumi Dibiarkan Rusak, Ikon Wisata Kian Memudar

Sebarkan artikel ini
Mezzanin Gazebo Pantai Karanghawu

Sementara itu, pengunjung lainnya Siti Sulastri (39) menambahkan, kerusakan fasilitas tersebut juga memunculkan pertanyaan publik mengenai komitmen pemeliharaan aset wisata daerah. Sebab, pembangunan infrastruktur wisata tidak cukup hanya pada tahap pembangunan fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan perawatan dan pengelolaan yang berkelanjutan.

“Padahal sudah pada tahu, paantai Karanghawu merupakan salah satu destinasi yang kerap menjadi tujuan wisatawan lokal maupun luar daerah saat musim libur, tapi sekarang ini seperti dibiarkan,” timpalnya.

Bank bjb Tandamata

“Iya ini fasilitas rusak dan terbengkalai tentu berpotensi menurunkan citra kawasan wisata yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat kabupaten Sukabumi khususnya warga Cisolok,” imbuhnya.

Siti Sulasti berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait maupun pihak terkait lainnya segera turun tangan untuk melakukan perbaikan. Jangan sampai bangunan yang semula dirancang untuk meningkatkan daya tarik wisata justru berubah menjadi simbol kurangnya perhatian terhadap pengelolaan aset daerah.

“Kalau bisa, jangan menunggu kerusakan semakin parah. Kalau dibiarkan terlalu lama, biaya perbaikannya akan semakin besar,” tegasnya.

“Tentunya saya yang paling penting sebagai wisatawan warga lokal lah, ingin melihat Karanghawu kembali indah, nyaman, dan membanggakan,” harapnya.

Menurut Dewi Sulastri di tengah indahnya deburan ombak Pantai Karanghawu, dengan kondisi gazebo-gazebo mezanin yang seolah berdiri sunyi, menjadi cerminan bahwa sebuah ikon wisata tidak cukup hanya dibangun, tetapi juga harus dirawat.

“Iya harusnya dinas terkait peka, memperhatikan kondisi ini, agar ini gazebo gazebo ini tetap hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar serta para pengunjung yang datang menikmati pesona pesisir pantai Karanghawu ini,” paparnya. (Ndi)