“Tidak mengherankan memang jika Masyarakat Jepang memiliki kebudayaan yang kental akan nilai-nilai spiritual. Karena kan Negara Jepang dikenal sebagai negara pemuja matahari dan yang paling mencolok yakni harakiri (bunuh diri) “kata Fajar kepada wartawan.
Fajar menjelaskan, nilai-nilai spiritual itulah yang mendorong masyarakat Jepang untuk melakukan Harakiri. Fakta tersebut diperkuat dari berbagai sumber termasuk Wikipedia yang menerangkan bahwa pada era Jomon (sekitar 14 ribu tahun yang lalu).
Masyarakat Jepang bahkan memuja Arca Dogu untuk kesembuhan dari penyakit. “Mereka menyembah Arca Dogu layaknya putra dari Dewa Matahari (Dalam keyakinan masyarakat Jepang) namun bagi mereka Arca Domon merupakan sosok seorang Dewi perpaduan manusia dan hewan,”jelasnya.
Di luar itu Fajar menuturkan, terdapat enam Arca Dogu yang terdapat di museum Prabu Siliwangi. Arca itu bisa berada di Museumnya karena merupakan warisan nenek moyangnya bersamaan dengan sebilah pedang Katana.
“Enam Arca dan sebilah Pedang Katana itu merupakan warisan leluhur saya yang merupakan petugas pegadaian pada tahun 1901. Diduga barang-barang tersebut tertinggal pada saat tentara Jepang meninggalkan Negara Indonesia. Sedangkan keberadaannya di museum Prabu Siliwangi sejak tahun 2012,” pungkasnya. (*)






