SUKABUMI — Negara Indonesia menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia U-17 2023 yang akan digelar pada 10 November – 2 Desember 2023. Keikutsertaan pemain Indonesia di Piala dunia bukan kali ini saja, tetapi sebelum muncul nama Indonesia (Hindia Belanda), ternyata pemain-pemain tanah air pernah berlaga di Piala Dunia pada 1938 Prancis. Ya mesti dengan nama Nederlandsch Oost Indie (Hindia Belanda), tetapi pemainnya merupakan asli orang Indonesia.
Ada sekitar 17 orang yang tercatat melakukan pertandingan melawan Hungaria dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 1938 di stadion Kota Rheims. Berdasarkan catatan dari surat kabar Bataviaasch nieuwsblad, 07-06-1938, saat itu Hindia Belanda (Indinesia saat ini) menurunkan 11 pemain dengan susunan pemain Mo Heng, Samuels, Hukom, Anwar, F. Meeng, Nawir (c), Pattiwael, Zomers, Darmadji, Taihitu dan Hong Djien.
Ada 16 negara yang ikut berlaga dalam piala dunia tersebut. Saat itu, timnas Hindia Belanda kalah dengan Hungaria dengan skor telak 0-6, pertandingan digelar pada 5 Juni 1938 pukul 5 sore dari stadion Stade Veledrome Minicipal, Rheims, Prancis. Di laga kedua Indonesia kembali kalah di laga kedua dengan skor 2-9. Pencetak gol indonesia saat itu Pattiwael dan Taihitu.
Dua laga Indonesia di Piala Dunia merupakan laga pertama dan terakhir yang tercatat FIFA dan KNVB. 17 pemain Indonesia yang dibawa merupakan pemain-pemain pertama dan terakhir tercatat di Piala Dunia dalam pertandingan resmi di Eropa.
Diketahui, Pembentukan tim nasional Indonesia diawali dengan menyelenggarakan turnamen antar perserikatan (kota) di bawah federasi NIVU di tiga wilayah (West Java, Midden Java an Oost Java). Pelatih tim nasional Mastenbroek melakukan pemantauan pemain.
Kemudian dilakukan lagi turnamen segitiga dari tiga wilayah. Dari turnamen ini terbentuk kandidat sebanyak 25 pemain. Lalu kemudian tim nasional ini melakukan uji coba di Bandoeng, Soerabaja dan Batavia sehingga jumlah pemain mengerucut enjadi 17 pemain (yang akan dibawa ke Prancis). Sebelum bertanding melawan Hungaria di Rheiems, timnas Indonesia melakukan uji coba di Medan, di Den Haag dan di Haarlem.
Dengan susunan tiga orang Ambon adalah Isaac Pattiwael, Hans Taihitu dan Meeng. Tiga orang Tionghoa adalah Mo Heng, Hong Djien dan Tan See Han. Dua orang Sumatra sudah barang tentu adalah Achmad Nawir dan Soetan Anwar.
Dalam sejumlah tulisan Soetan Anwar disebut berasal dari Minangkabau, tetapi Achmad Nawir belum diketahui secara jelas. Namun demikian ada dugaan kuat bahwa Achmad Nawir berasal dari Tapanoeli.
Ini hanya didasarkan semata-mata karena nama Nawir era itu yang terdeteksi di media hanya ditemukan pada nama orang Tapanoeli, seperti: Nawir Harahap sebagai kepala pemerintahan regional di Bengkulu dan anggota dewan di Padang.
Dalam catatan koran Bataviaasch nieuwsblad, 03-06-1938, disebutkan jelang pertandingan antara Indonesia vs Hungaria tim Indonesia belum tiba di Rheims, namun sejak tanggal 1 Juni 1938 tiket pertandingan sudah sold out sebanyak 19.000 tiket.






