Setelah diskusi memanas, Ketua BPUPKI Radjiman Wedyoningrat menawarkan pemungutan suara guna menghentikan kebuntuan sidang. Tapi Sanusi mengusulkan untuk menunda sidang hingga esok hari didasarkan karena suasana sidang yang para anggotanya tidak bisa lagi berpikiran jernih.
Usulan Sanusi tersebut memberikan waktu kepada Ir Sukarno sebagai ketua pantia sembilan, sehingga dapat melakukan pendekatan kepada kedua belah pihak yang bersitegang. Hasilnya semua anggota menerima apa saja yang diputuskan sidang keesokan harinya. Hingga lahirnya ideologi pancasila.
Selain gelar Pahlawan Nasional yang akan diberikan Presiden Joko Widodo, ada berbagai penghargaan telah disematkan kepada KH Ahmad Sanusi, yaitu Bintang Mahaputera Utama pada tanggal 12 Agustus 1992 pada era pemerintahan Presiden Soeharto.
Lalu pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono, Sanusi dianugrahi Bintang Mahaputera Adipradana pada tanggal 10 November 2009.
Selain Ahmad Sanusi, ada pula 4 tokoh lain yang akan diberi gelar Pahlawan Nasional, yaitu DR. dr. H. R. Soeharto, KGPAA Paku Alam VIII, dr. Raden Rubini Natawisastra, dan H. Salahuddin bin Talibuddin.(*)






