BERITA UTAMAFeaturedKABUPATEN SUKABUMI

Melongok Kampeong Tempo Doeloe Cipetir Kadudampit

×

Melongok Kampeong Tempo Doeloe Cipetir Kadudampit

Sebarkan artikel ini

“Sebagian rumah-rumah ini dibangun sebelum saya lahir, sekitar 1925. Namun kini sudah mengalami perbaikan karena material bangunan lapuk dimakan usia, kalau masjid dan rumah milik Hj Aisyah, yang saat ini dihuni generasi ke empatnya masih tampak seperti saat pertama dibangun,” cerita Abah Hamid kepada Radar Sukabumi saat ditemui di kediamannya, kemarin (6/7).

Dari cerita yang didapatnya, sekira 1930 para pejuang sempat menjadikan kampung ini sebagai persembunyiannya. Karena memang, lokasi kampung ini tidak terditeksi sama sekali oleh penjajah Belanda. Selai itu, kampung orang kaya pada masanya ini mayoritas bermatapencaharian sebagai pengrajin senjata yang terbuat dari besi.

Bank bjb Tandamata

“Kenapa kampung ini dinamakan Cijarian Panday, karena dulu warga disini hampir seluruhnya memproduksi senjata yang berbahan besi. Seperti golok, pedang, keris dan yang lainnya. Selain itu, para pejuang pada masa penjajahan Belanda ini merasa aman bersembunyi karena setiap tentara Belanda masuk wilayah ini, secara kasat mata hanya melihat hamparan kebun salak. Padahal, hampir disetiap rumah sedikitnya sepuluh pejuang bersembunyi,” tutu pria yang kini tak memiliki gigi ini.

Persembunyian pejuang ini, masih lanjut Abah Hamid, sempat bocor karena adanya penghianat yang berpihak kepada penajajah hingga akhirnya berujung pada pembakaran beberapa bangunan. Namun yang lebih disayangkannya, di kampung ini sempat ada sebuah Pondok Pesantren yang kini telah punah karena sepi santri.

“Ya, kampung ini pernah terjadi pembakaran oleh penjajah karena ada penghianat yang membocorkan daerah ini. tapi yang paling Abah ingat, disini pernah ada Pondok Pesantren yang masa pada kejayaannya, menajdi rujukan santri dari berbagai daerah.