Untuk itu, ia menyimpulkan peristiwa ledakan tersebut, murni akibat musibah yang disebabkan oleh korsleting arus listrik. “Setelah satu unit Jibom Polda Jabar dengan jumlah personel sebanyak 7 anggota melakukan pemeriksaan, maka kami pastikan peristiwa ini akibat korselting listrik,” imbuhnya.
Sebab itu, pihaknya telah menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak panik dengan hal-hal yang tidak jelas kebenarannya. “Selain itu, saya sarankan kepada warga dan penghuni kostan agar mematikan listrik jika hendak berpergian ke luar kostan,” titip Nasriadi.
Sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, ledakan terjadi dari sebuah kostan yang dihuni oleh RP (22) karyawan PT GSI I Cikembar sekira pukul 08.30 WIB. Seorang penghuni kostan Dede Suherlan (45) yang lokasinya bersebelahan mengatakan, saat kejadian ia tengah diam di kontrakannya.
Namun, tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara ledakan yang berasal dari belakang kontrakannya. “Saat itu, saya mendengar suara ledakan seperti ban truck tronton meledak. Bahkan, pintu rolling door penutup warung saya langsung terbuka,” jelas Dede.
Saat mendengar suara ledakan itu, ia bersama warga lainnya langsung bergegas menghampiri suara tersebut. “Waktu itu, kami bersama warga lainnya langsung memadamkan api dengan peralatan sedanya. Sekitar 20 menit lamanya, api berhasil dipadamkan,” bebernya.





