Mega Proyek Kota Sukabumi Anggaran Gubernur Gagal

Sejumlah warga saat bermain Alun-alun Kota Sukabumi. IKBAL/RADAR SUKABUMI

KOTA SUKABUMI – Perkembangan pembangunan mega proyek yang didanai oleh anggaran Provinsi Jawa Barat kemungkinan gagal. Dari empat pembangunan hanya, satu proyek yang masih menunggu keputusan dari Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yakni pembangunan pedestrian Jalan Ir. H Djuanda  HPS Rp 1.732.401.640,02.

Adapun proyek yang mengalami kegagalan itu diantaranya belanja pengadaan konstruksi hardscape alun-alun tahap 1 (satu) HPS Rp 4.273.851.000, Pembangunan pendestrian integrasi Lapang Merdeka Kota Sukabumi  HPS Rp 2.039.333.124,17 dan Penataan Lapang Merdeka sekitar Rp7,5 miliar dan yang masih menunggu hasil lelang yakni “Kalau untuk penataan Lapang Merdeka itu belum ada pengajuan ke BPJB untuk di tenderkan,” ujar Kepala BPBJ Pemkot Sukabumi Fahrurrazi, Kemarin (15/10).

Bacaan Lainnya

Sementara untuk pembangunan pedestrian Jalan Ir. H Djuanda belum ada jawaban dari pihak PA dan KPA. Saat ini, proses proyek tersebut dalam masa sanggah dan sanggah banding. ” Kalau diterima berarti gagal, kalau sanggah diitolak berarti lanjut dan masuk ke tahap kontrak,” terangnya.

Adapun untuk pembangunan pendestrian integrasi Lapang Merdeka Kota Sukabumi, saat ditenderkan tidak ada yang lulus evaluasi sehingga semua dinyatakan gugur. Sampai kini belum ada lanjutan dari Dinas Perhubungan Kota Sukabumi. “Tapi kalau melihat waktu kayanya tidak akan mencukupi,” ungkapnya.

Nasib yang sama juga terjadi pada proyek pengadaan konstruksi hardscape alun-alun. Pasalnya, pihak Pengguna Anggaran (PA) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan surat kepada BPJB untuk dibatalkan. “Sudah kita tenderkan, ada penawaran yang masuk, cuman tidak sempat dievalusi PA minta dibatalkan dengan alasan waktu,” jelasnya.

Ditambahkan Fahrurazi secara keseluruhan sebanyak 44 paket pekerjaan yang masuk ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Kota Sukabumi. Dari jumlah tersebut empat paket pekerjaan belum diajukan tender, lima pekerjaan dalam proses tender serta evaluasi penawaran dan tiga paket pekerjaan dinyatakan gagal tender.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *