Selain itu, lanjut Oska, persoalan lapangan pekerjaan juga masih sangat memprihatinkan. Padahal dalam janji politiknya, kedua pemimpin kabupaten terluas se Jawa dan Bali ini akan memprioritaskan laki-laki, ketimbang perempuan dengan lapangan kerja yang cukup luas.
“Coba kita perhatikan secara bersama, banyak laki-laki yang menggantikan posisi perempuan, begitupun sebaliknya.
Padahal bupati sekarang, dulu berjanji akan menyeimbangkan tenaga kerja ini. Bukan seperti sinetron dunia terbalik seperti sekarang,” tegasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Sukabumi, Asep Sugianto mengatakan, Bupati Sukabumi tidak bisa menemui para pendemo.
Pasalnya saat ini, bupati dan sejumlah pejabat di Kabupaten Sukabumi sedang fokus menerima tamu dari 27 kota dan kabupaten se Jawa Barat.
“Kabupaten Sukabumi menjadi tuan rumah MTQ ke XXXV. Makanya banyak tamu pejabat di daerah lain ke Kabupaten Sukabumi.
Jadi, kami sebagai tuan rumah harus menyambut baik tamu-tamu tersebut,” ujarnya usai menemui aksi demo di KAMMI di Gedung Pendopo Sukabumi, Kamis (19/4).




