BERITA UTAMAPilkada Kabupaten Sukabumi

Marwan di Antara Birokrat dan Politisi

SUKABUMI — Desas desus siapa calon wakil calon petahana Bupati Marwan Sukabumi mulai mengemuka ke Publik, berbagai kalangan memprediksi dan menduga-duga bahwa sosok pendamping Marwan Hamami cocok dari kalangan Birokrat, sebagian lagi menyimpulkan kemungkinan kuat sosok yang akan mendampingi mantan Wakil Bupati Sukabumi periode 2005–2010 dari kalangan politisi.

Belakangan muncul nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri yang digadang-gadang paling pas bisa mendampingi Marwan, namun di satu sisi ada sosok yang dijagokan kuat dari kalangan politisi yakni sosok Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi yang juga Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara.

Menanggapi hal itu, Bendahara Umum DPD Partai Golongan Karya (golkar) Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali tidak bisa menyampaikan secara pasti arahnya calon pendamping lebih kepada sosok dari kalangan birokrat atau dari kalangan politisi, yang pasti calon pendamping Marwan harus bisa mendongkrak suara dan yang terpenting satu tujuan dan bersama-sama memiliki visi misi seirama.

“Ya kami belum bisa menyampaikan arah wakilnya, apakah dari kalangan birokrat, politikus atau pengusaha, “jelas Budi Azhar kepada Radar Sukabumi, Senin(3/2).

Menurutnya dalam menentukan siapa wakil yang pas untuk pilkada 2020 mendatang, akan ditentukan bersama-sama dengan parpol koalisi.

Tetapi bagi Golkar sendiri, sosok yang akan mendampingi Marwan harus bisa sejalan dan mendongkrak suara. Mulai dari popularitas (terkenal), akseptabilitas (diterima) dan elektabilitas (dipilih) harus benar-benar teruji.

“Ya kemungkinan ada, karena kami sedang melakukan beberapa komunikasi dan sedang berjalan, terutama dengan parpol yang sudah menyatakan dukungan dalam hal ini Demokrat dan PAN, “cetus Budi.

Saat ini, dirinya menilai koalisi yang sedang dibangun belum terkunci secara utuh, itu artinya ketika berbicara siapa wakil untuk Marwan Hamami untuk di Pilkada mendatang belum bisa dipastikan.

Apakah dari birokrat atau politisi dan bahkan pengusaha, itu masih ada kemungkinan terjadi.

“Soal koalisi partai belum terbentuk secara utuh hari ini, makanya dalam waktu dekat (bulan ini red) kami akan berkomunikasi, dan posisi hari ini kami belum mengunci.

Apakah akan tetap bersama PAN dan Demokrat saja atau ada penambahan partai lain, nanti setelah adanya terbentuk koalisi barulah disana merumuskan siapa wakil yang cocok. Dan tentunya akan dibahas bersama-sama partai koalisi, “terangnya.

1 2 3Laman berikutnya
Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button