SUKABUMI – Kebutuhan logistik untuk korban bencana alam di Kabupaten Sukabumi, mulai menipis dan diperkirakan hanya akan cukup untuk beberapa hari ke depan.
Berdasarkan data terbaru yang diterima Radar Sukabumi, per 12 Desember 2024, bencana alam di Kabupaten Sukabumi telah melanda 39 kecamatan yang terdiri dari 186 desa.
Jumlah total korban yang terdampak mencapai 8.830 kepala keluarga (KK) atau 20.722 jiwa. Dari jumlah tersebut, 4.653 KK atau 13.459 jiwa harus mengungsi, sementara 620 KK atau 1.655 jiwa terancam akibat bencana tersebut.
Untuk memenuhi kebutuhan mendesak korban bencana, beberapa item logistik yang sangat diperlukan antara lain, makanan siap saji atau sembako, selimut, alas tidur, pakaian ganti untuk dewasa dan anak-anak, baby kit, makanan bayi, hygiene kit, matras atau tikar, alat mandi, pembalut wanita, popok bayi dan lansia, air mineral, susu bayi, pakaian dalam, terpal, obat-obatan, dan bantal.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Lukmansyah mengatakan, bahwa pada massa perpanjangan status tanggap darurat bencana di Sukabumi saat ini, pihaknya masih berupaya untuk memenuhi kebutuhan para korban bencana. “Kami terus melaksanakan pemenuhan kebutuhan pengungsi, mulai dari makan minum, pakaian, tempat tinggal, hingga kebutuhan lainnya,” kata Lukmansyah pada Jumat (13/12).
Namun, Lukmansyah mengungkapkan bahwa logistik makanan untuk para pengungsi diperkirakan hanya akan cukup selama tiga hari kedepan. “Makanan yang tersedia saat ini masih cukup untuk tiga hari. Kami juga sudah menambah stok makanan di gudang, namun apabila logistik di lokasi pengungsian sudah mulai menipis, kami meminta agar segera melaporkan hal tersebut ke posko yang tersedia,” ujarnya.
Lukmansyah menegaskan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi maupun BPBD Provinsi Jawa Barat akan segera berkoordinasi dengan BNPB untuk memastikan kebutuhan logistik dapat dipenuhi. “Kami akan terus berkoordinasi, untuk memastikan bantuan sampai kepada korban. Jangan sampai pengungsi kesulitan mendapatkan bantuan logistik yang mereka butuhkan,” imbuhnya.






