BERITA UTAMA

Lapor! Logistik Penyintas Bencana Sukabumi Menipis

×

Lapor! Logistik Penyintas Bencana Sukabumi Menipis

Sebarkan artikel ini
PENGUNGSI : Para penyintas bencana retakan tanah di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, saat mengungsi di posko darurat.(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)
PENGUNGSI : Para penyintas bencana retakan tanah di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, saat mengungsi di posko darurat.(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)

“Jadi, kalau kebutuhan logistik mulai menipis, tinggal dilaporkan saja kalau ada kekurangan dan dilaporkan ke pusat BPBD, BPBD berkoordinasi dengan BNPB. Nah, nanti BNPB akan memenuhi semua itu, jangan sampai mereka tidak mengungsi, kemudian sulit juga mendapatkan hal-hal seperti itu,” imbuhnya.

Bank bjb Tandamata

Pihaknya menambahkan, bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk memastikan kebutuhan dasar bagi para korban bencana dapat segera terpenuhi. “Iya, sekaligus memastikan proses evakuasi dan pemulihan berjalan lancar di tengah tantangan besar yang dihadapi,” imbuhnya.

Menurutnya, di hari ke delapan masa tanggap darurat bencana ini, pemerintah tetap melaksanakan pemenuhan kebutuhan dari pengungsi dari hari ke hari dan dilengkapi mulai dari makan minum, pakaian, tempat tinggal dan lain-lain.

“Tentunya juga kita sudah mulai mendata yang relokasi mandiri, terpusat ataupun tidak relokasi, kemudian juga mendata rumah-rumah rusak berat, rusak sedang, rusak ringan, apabila tempat tersebut tidak perlu direlokasi,” bebernya.

Sementara terkait kondisi kesehatan pengungsi, ia menjelaskan, bahwa mayoritas para korban terdampak bencana alam atau para pengungsi tersebut, biasanya mengalami penyakit ISPA, gatal-gatal dan diare. 

“Iya, kalau kesehatan biasa kalau pengungsi itu ISPA, gatal-gatal sama diare, itu obatnya sudah disiapkan sama dinas kesehatan, apabila besar di sana ada pos kliniknya atau pos kesehatannya, apabila kecil, mungkin hanya dua atau tiga KK, nanti ada kayak klinik mobile yang mengecek ke sana, kalau sakit dikasih obat, kalau tidak hanya pengecekan aja, kemudian berjalan lagi kecuali pengungsi besar baru ada posnya,” pungkasnya. (den/d)