Karakteristik luka bakar pada tubuh korban pun belum bisa dipastikan dapat dibedakan apakah karena dibakar oleh bensin atau bukan.
“Luka bakarnya hampir seluruh tubuh. Saat ini paien dalam penanganan tim medis. Pasien masih sadar hanya tidak dapat berkomunikasi secara verbal. Adapun luka bakar yang paling membahayakan yaitu di sekitar wajah,” Ketua Tim Informasi dan Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH, Muhammad Yusuf Ginanjar.
Ia menjelaskan ada tiga poin penanganan yang diberikan kepada korban. “Luka bakar 90 persen di tubuh kan artinya dari 100 persen hanya tersisa 10 persen alias seluruh tubuh.
Yang mengkhawatirkan di wajah bisa mengganggu saluran pernafasan. Untuk penanganan pasien luka bakar ada tiga fokus penanganannya,” ujar Yusuf.
Penanganan terhadap korban adalah status dehidrasi, infeksi dan saluran pernapasan.
“Kalau luka bakar yang pertama kita tangani status dehidrasinya, cairan di dalam tubuhnya mencukupi atau tidak, karena kalau luka bakar yang berbahaya itu,” katanya.
“Kedua, relatif terjadinya infeksi akibat luka itu kita tangani biar tidak terjadi.
Ketiga, saluran pernafasan agar tidak terganggu. Jadi jangan terjadi kondisi memburuk karena tiga itu,” tutur Yusuf menambahkan.
Sementara itu, kasus tersebut kini sudah ditangani pihak kepolisian. Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo mengaku sudah menantongi identitas pelaku.
Saat ini, lokasi tempat ditemukan korban, sudah dipasang garis polisi. “Sedang dalam pengejaran, semoga cepat tertangap,” jelas Wisnu kepada wartawan di lokasi kejadian.






