Sementara itu, Camat Kadudampit, Yanti Budiningsih menjelaskan, pihaknya mengaku tidak tahu secara pasti terkait kematian pelajar ini penyebabnya akibat dari vaksinasi atau bukan.
“Kita belum tahu apa korban ini meninggal karena vaksinasi Covid-19 atau bukan. Karena kita masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari pihak rumah sakit,” akunya.
Saat ini, tim medis tengah melakukan penelitian untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian pelajar tersebut.
“Apabila kematiannya disebabkan dari vaksinasi, saya kira kita semua juga sudah meninggal dong dan itu sama juga dengan suntik mati.
Karena SOP yang dilakukan oleh tim vaksinator sudah selesai dan sudah dilakukan dan hasil screning itu tidak ditemukan masalah kesehatan pada korban. Sehingga layak untuk divaksin,” kata Yanti.
Menurutnya, program gebyar vaksinasi itu, sengaja dilakukan sebagai ikhtiar bersama dengan tujuan untuk menjaga agar masyarakat tidak terpaparan virus corona atau Covid-19.
Namun, ketika terjadi hal-hal yang tak diinginkan atau di luar harapan, tentu saja dirinya mengaku ini merupakan sebagai kelemahan manusia.
“Mungkin saat dilakukan screaning, kita tidak mengetahui anak itu memiliki penyakit bawaannya yang tidak terdeteksi.
Bisa saja itu terjadi. Tapi ini hanya asumsi saya. Untuk lebih jelasnya kita tunggu saja dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di Betha Medika dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, kita bisa mengetehui secara jelas,” harap Yanti.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman bersama Muspika Kecamatan Kadudampit langsung bergegas ke rumah keluarga duka.
Setiba di rumah duka, ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan takdir Allah SWT. “Iya, sebenarnya kuncinya ini adalah takdir dari Allah SWT dan kita harus ikhlas juga dan tidak boleh dikaitkan dengan yang lainnya.
Kita juga sudah menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban. Sementara, untuk upaya kedepan bagi keluarga duka, nanti akan kita bicarakan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi,” singkatnya.
Sedangkan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Rika Mutiara mengatakan, sebelum korban menghembuskan nafas terakhirnya, pihaknya melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, H. Masykur Alawi sempat menjenguk anak tersebut ke rumah sakit.
“Saat di jenguk, kondisi anak ini sudah bisa berkomunikasi sama Pak Kabid. Waktu itu sudah ada perbaikan untuk kondisi kesehatannya,” tuturnya.
Disinggung penyebab kematian korban, dirinya belum bisa memberikan keterangan secara pasti. “Nanti kita koordinasi dulu yah.
Nah, malam ini sekira pukul 20.00 WIB kami akan melakukan zoom meting bersama Komite Daerah (Komda) dan Komite Nasional (Komnas). Nanti kita akan bahas mengenai ini. Iya, nanti akan ada audit mulai dari resume-resume dokter, dari mulai perjalanan vaksin dan lainnya akan kita diskusikan,” pungkasnya. (den/t)






