Kabupaten Sukabumi Jadi Lautan Massa Aksi Buruh

Buruh Sukabumi
Bupati Sukabumi, Marwan Hamami dengan pengawalan ketat dari petugas kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Sukabumi langsung menaiki mobil komando dan menyampaikan struktur skala upah di Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI kembali dijadikan lautan para buruh dalam menyuarakan tuntutannya terkait kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK). Beragam sepanduk bertuliskan curahan hati terkait nasib mereka dibentangkan.

‘Sembako Naik Masa UMK gak Naik !!! Aduh Pak Marwan gimana Nasib kami Para buruh !!! Masa harus open BO !!!’ Tulis di salah satu karton yang dibawa salah satu buruh perempuan. ‘Demo Boleh Gosong Jangan SKINCARE MAHAL #Ngarti Mereun??? tulisnya lagi.

Bacaan Lainnya

Aksi ini merupakan aksi lanjutan setelah sebelumnya para buruh juga sempat mengepung Pendopo Kabupaten Sukabumi di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi. Tuntutannya pun sama, agar pemerintah menaikan UMK di Kabupaten Sukabumi.

Puluhan ribu buruh ini tergabung dalam wadah serikat Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP TSK SPSI) Sukabumi.

Mereka datang berbondong-bondong memadati Jalur Lingkar Selatan Cibolang, tepatnya di depan Masjid Raudhatul Irfan pada Jumat (03/12).

Berdasarkan pantaun Radar Sukabumi, buruh dari berbagai pabrik di wilayah Sukalarang, Cikembar hingga Cicurug mulai berdatangan sejak pukul 09.00 WIB.

Setiba di lokasi, petugas gabungan dari Polres Sukabumi Kota dan Polres Sukabumi langsung sigap mengatur arus lalu lintas di jalur tersebut.

Massa telah menyuarakan tuntutannya, sekira pukul 12.30 WIB, tepatnya setelah melakukan sholat Jumat. Sontak, ruas Jalan Raya Jalur Lingkar Selatan Cibolang tertutup total oleh para pendemo hingga kurang lebih dua jam.

Sewaktu para koordinator lapangan melakukan orasi, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami dengan pengawalan ketat dari petugas kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Sukabumi langsung menaiki mobil komando dan menyampaikan struktur skala upah di Kabupaten Sukabumi.

Isi suratnya adalah ‘Kepada seluruh pimpinan perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi mengingat tidak dimungkinkannya kenaikan UMK berdasakan peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomer 36 tahun 2021 Tentang Pengupahan, maka dengan ini menghimbau saudara untuk menaikkan struktur skala upah sebesar 1 sampai 4 persen dari besaran upah yang berlaku saat ini.

Apabila ada perusahaan yang tidak mampu menaikan struktur skala upah 1 sampai 4 persen, maka bisa disepakati secara bipartit antara serikat pekerja dengan pengusaha pada perusahaan tersebut.

Ketua FSP TSK SPSI Kabupaten Sukabumi, Mochammad Popon mengatakan, sedikitnya 40.000 buruh dari berbagai perusahaan ikut melakukan aksi pada unjuk rasa ini.

Buruh-Sukabumi
Buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP TSK SPSI) Sukabumi, memadati Jalur Lingkar Selatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.