BERITA UTAMA

Kesulitan Air Bersih Meluas

×

Kesulitan Air Bersih Meluas

Sebarkan artikel ini
FOTO : FOR RADAR SUKABUMI KRISIS AIR BERSIH : Kapolsek Sukalarang, AKP Maruf Mudianto, saat mendistribusikan air bersih di Kampung Cimanggu, RT 3/1, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, kemarin (14/8)

SUKALARANG, RADARSUKABUMI.com – Polsek Sukalarang, menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Cimanggu, RT 3/1, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, kemarin (14/8). Selama ini, warga setempat kesulitan mendapatkan air akibat sumber-sumber air mengalami kekeringan. “Kami distribusikan 16.000 liter air bersih untuk warga di sana,” jelas Kapolsek Sukalarang, AKP Maruf Mudianto kepada Radar Sukabumi, kemarin (14/8).

Bantuan air bersih ini, sambung Maruf, diharapkan dapat membantu meringankan beban warga Desa Titisan yang mengalami krisis air bersih. “Semoga dengan adanya bantuan air bersih ini, dapat membantu warga. Sehingga mereka tidak kelimpungan mencari dan mendapatkan air bersih,” bebernya.

Bank bjb Tandamata

Warga Kampung Cimanggu, RT 3/1, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Entin Suningsih (38) mengaku, ia bersama warga berterimakasih atas bantuan air bersih tersebut. “Kami sudah dua bulan mengalami krisis air bersih. Alhamdulillah dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu,” jelasnya.

Setiap musim kemarau, sambung Entin, wilayah Kampung Cimanggu, Desa Titisan selalu mengalami krisis air bersih. Hal ini terjadi lantaran daerahnya itu merupakan wilayah perbukitan. “Musim kemarau saat ini, selain menyulitkan kami dalam mendapatkan air bersih, juga mengakibatkan lahan pesawahan kekeringan. Sawah retak-retak, karena sudah lama tidak terairi secara maksimal,” timpalnya.

Menurut Entin, bantuan air bersih dari Polri ini hanya dapat membantu warga dalam waktu sangat singkat. Untuk itu, warga meminta kepada pemerintah agar memberikan solusi yang tepat dalam mengatasi persoalan krisis air bersih ini. “Saya berharap pemerintah dapat membangun sumur bor atau artesis. Sehingga airnya dapat didistribusikan ke setiap rumah warga. Sebab kalau tidak seperti ini, kami warga Desa Titisan akan terus mengalami krisis air bersih pada musim kemarau,” pungkasnya.

Selain Polsek Sukalarang, Komunitas Sahabat Kristiawan Peduli (SKP) juga mendistribusikan 51.000 liter air bersih di Kecamatan Nagrak dan Kecamatan Sukalarang. Dua kecamatan ini diketahui sebagai wilayah yang mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau.

Ketua Komunitas SKP, Kristiawan Saputra mengatakan, pendistribusian air bersih ini menjadi agenda tahunan SKP untuk membantu masyarakat. “Setiap tahun kami selalu mendistribusikan air bersih. Karena banyak daerah yang mengalami kekeringan. Ya, setidaknya bisa sedikit membantu masyarakat,” kata Kristiawan kepada Radar Sukabumi.

Kristiawan pun berencana akan kembali menyalurkan bantuan air bersih ke beberapa kecamatan. Seperti Kecamatan Cidahu, Cibadak, Cireunghas dan kecamatan lainnya yang terdampak kekeringan. “Kami sudah merencanakan untuk mengirim air bersih ke beberapa kecamatan yang terdampak kekeringan. Doakan saja semoga lancar,” ulasnya.

Menurutnya, bantuan yang didistribusikan selama ini mendapat respon positif dari semua warga. Bahkan warga rela antre dengan membawa jerigen. “Karena memang sudah kesulitan, sampai ada masyarakat yang harus berjalan ratusan meter untuk mendapatkan air bersih. Jadi ketika kami datang, mereka langsung merespon sangat baik,” ujarnya.

Kristiawan berkomitmen, SKP akan terus mendistribusikan air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan. “Banyak masyarakat yang berharap adanya bantuan pipanisasi untuk solusi krisis air bersih ini. Mudah-mudahan kedepannya komunitas maupun instansi lainnya bersinergi mencari solusi menangani masalah ini. Karena bantuan air bersih bukan solusi, kita membutuhkan solusi lainya yang lebih manfaatnya untuk waktu lama,” pungkasnya.

 

(bam/Den/d)