BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Kepulangan Jenazah Warga Parungseah Sukabumi Korban TPPO di Kamboja Diwarnai Isak Tangis

×

Kepulangan Jenazah Warga Parungseah Sukabumi Korban TPPO di Kamboja Diwarnai Isak Tangis

Sebarkan artikel ini
Warga Parungseah Sukabumi Korban TPPO di Kamboja
Jenazah korban TPPO yang diduga dikerjakan sebagai operator judol di Kamboja, telah tiba di rumah duka, tepatnya di Kampung Parungseah Berong Sukabumi

“Untuk korban dipekerjakan sebagai operator judi online, memang banyak kabar burung seperti itu, kalau kita sendiri menyimpulkan gak tau. Jadi kalau tadi saya ngobrol dengan Kemenlu, memang operator judol itu, terbanyak di Myanmar dan Kamboja. Biasanya mereka kerjanya sehari 15 jam dengan kondisi tempat kerja yang bisa dibilang tidak layak, karwna ruangannya pengap, banyak yang merokok, sehingga menyebabkan penyakit paru-paru dan jantung,” bebernya.

“Nah, dengan gaya hidup di sana minuman gitu, kedua ketika tidak accive targetx mereka ada punishment. Ditekan, psikisnya, kita gatau kalau korban ini diintimidasi atau bagaimana,” imbuhnya.

Bank bjb Tandamata

Almarhum yang merupakan korban TPPO ini, telah berangkat bekerja ke luar negeri Kamboja dengan mengguna jalur ilegal atau tidak resmi. “Saya dari pemerintahan desa juga tidak tahu, kapan itu berangkatnya. Jadi kita tahunya kabar dukanya saja. Proses berangkatnya kita nggak tahu, karena anaknya introvert dan dalam semasa hidupnya, memang anak itu tertutup juga atau tidak terbuka pada keluarganya,” timpalnya.

Untuk meminimalisir terjadinya korban TPPO, pemerintah Desa Parungseah mengimbau kepada seluruh warganya, jika hendak berniat bekerja ke luar negeri. Maka, disarankan segera melakukan komunikasi atau koordinasi dengan pemerintah Desa Paruseah.

“Pesan saya kepada masyarakat, karena hari ini banyak yang menjadi korban TPPO, maka ketika mahu bekerja ke luar negeri, minimal koordinasi dengan pemerintahan desa. Kita juga tidak akan mempersulit, minimal kita punya filter hingga perusahaan yang membawa itu legal,” pungkasnya. (Den)