Kemiskinan dan Pengangguran di Sukabumi Meningkat Tajam

  • Whatsapp
Kemiskinan-Kabupaten-Sukabumi
Potret kemiskinan di Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI – Wabah virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Sukabumi tak hanya menjadi ancaman mematikan bagi manusia, tapi juga berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Ini terlihat dari data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukabumi dimana jumlah penduduk miskin dan pengangguran meningka tajam.

Bacaan Lainnya

Selama 2019, jumlah penduduk miskin ada 153 ribu, dengan persentase mencapai 6.22 persen. Sedangkan pada tahun 2020, dari jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa di Kabupaten Sukabumi ini, terdapat 175 ribu penduduk miskin dengan persentase 7,09 persen.

“Namun untuk jumlah penduduk miskin pada tahun 2021, belum keluar datanya. Biasanya diberikan oleh BPS Pusat sekitar pada Maret 2022 nanti untuk angka kabupaten,” kata Kepala BPS Kabupaten Sukabumi, Saman kepada Radar Sukabumi.

Menurut Saman, penduduk miskin merupakan penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan. Headcount index secara sederhana mengukur proporsi yang dikategorikan miskin. “Iya, atau jumlah penduduk yang memiliki rata- rata pengeluaran perkapita perbulan di bawah garis kemiskinan,” imbuhnya.

Dalam penghitungan jumlah kemisikinan, BPS tidak melakukan penghitungan dengan cara satu-satu melakukan pertanyaan ke lapangan. Tetapi BPS telah melakukan survai secara sosial ekonomi dengan sample. “Jadi, tidak semua penduduk dipertanyakan atau semua rumah tangga.

Tetapi, hanya beberapa rumah tangga yang mewakili di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi,” bebernya.

Untuk itu, karena penghitungan dengan sistem sample, makanya BPS Kabupaten Sukabumi tidak bisa memperkirakan per kecamatan mana saja yang tingkat kemisikinannya tinggi yang ada di Kabupaten Sukabumi. “Namun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sukabumi ini telah mengalami peningkatan,” ucap Saman.

Menurutnya, karena jumlah penduduk misiki di Kabupaten Sukabumi telah mengalami kenaikan, maka secara otomatis jumlah pengangguran juga meningkat.

Bahkan, berdasarkan data yang tercatat di BPS Kabupaten Sukabumi, untuk tingkat pengguran terbuka (TPT) terhitung selama tahun 2019 ada 8.05 persen. “Sedangkan untuk tahun 2020, ada 9.60 persen untuk tingkat pengguran terbuka,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *