BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Kebonpedes Segera Miliki Pabrik Kembang Api Legal

×

Kebonpedes Segera Miliki Pabrik Kembang Api Legal

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kecamatan Kebonpedes bersama para pengrajin kembang api saat melakukan study banding ke Perkampungan Industri Kecil (PIK) pembuatan kembang api di daerah Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, (20/12). (FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Untuk meningkatkan pengetahuan soal merakit dan membuat kembang api, Kecamatan Kebonpedes bersama seluruh petugas desa dan para pengrajin kembang api, melakukan study banding ke Perkampungan Industri Kecil (PIK) pembuatan kembang api di daerah Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jumat (20/12).

Camat Kebonpedes, Ali Iskandar mengatakan, Kecamatan Kebonpedes merupakan lokasi Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pembuatan Kembang Api yang dilakukan warga secara turun temurun sejak puluhan tahun silam hingga menjadi khas keahlian serta kebutuhan sebagian warga Kecamatan Kebonpedes.

Bank bjb Tandamata

“Sebanyak 43 peserta dari unsur Forkompimcam, kepala desa, tokoh masyarakat, pengrajin kembang api telah melakukan Study Tiru Legalisasi Industri Kembang Api ke Kabupaten Indramayu. Kami datang ke sini untuk belajar ke Indramayu berkaitan dengan Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2012, Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah,” jelas Ali kepada Radar Sukabumi, Jumat (20/12).

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini aktivitas yang masif untuk melarang, menghentikan, mengalihkan industri kembang api yang dilakukan dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan selama ini relatif belum dapat efektif dan massif dipatuhi warga. Untuk itu, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi melalui pemerintah Kecamatan Kebonpedes berencana akan melakukan penataan agar semua pengrajin kembang api dalam melakukan aktivitasnya memiliki legalitas formal.

“Untuk proses perizinannya, sekarang sudah sampai ke Polda Jawa Barat. Sementara untuk proses UPL dan UKL dari Dinas Lingkungan Hidup sudah keluar. Insya Allah kita targetkan pada 2020 nanti akan mulai beroperasi,” ujarnya.

Saat ini, peluang pasar produk industri kembang api dan turunannya seperti petasan skala tertentu, bunga api dan sebagainya selama ini didominasi atau dimonopoli oleh produk asal dari luar negeri. Seperti Taiwan dan China. “Rencananya pada 2020, kita akan bekerjasama dengan warga untuk membangun pabrik kembang api di wilayah Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes dengan luas lahan sekitar satu hektare,” bebernya.

Kepala Bidang (Kabid) Industri Non Agro Dinas Perindustrian Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Sukabumi, Ujang Zulkipli mengatakan, pihaknya akan terus mendorong dan membantu program pemerintah Kecamatan Kebonpedes dalam mensejahterakan warganya. Karena study banding ini dinilai akan bermanfaat bagi pertumbuhan warga, khususnya bagi IKM bola api di Kabupaten Sukabumi.

“Saya sangat bersyukur dengan terselenggaranya kegiatan study banding ini. Iya, IKM kembang api yang mau mengembangkan wawasannya dengan mau berkunjung ke IKM di Indramayu yang memang sudah berkembang cukup bagus,” katanya.

Pihaknya berharap setelah mengikuti kegiatan ini, masyarakat khususnya para pengrajin kembang api, bisa mengolah baban baku kembang api hingga menjadi sebuah produk yang layak di pasarkan.

“Kita akan mengawasi mulau dari pengadaan bahan baku, pengolahan, pendistribusian, sampai dengan pemakainnya, akan di awasi secara ketat. Ini perlu dilakukan sebagai salah satu upaya preventif agar terhindar hal-hal yang tidak diinginkan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Bojongsawah, Faisal mengatakan, pihaknya berharap dengan adanya kegiatan ini pengrajin kembang api di wilayah Kebonpedes dapat lebih profesional dalam pengelolaan produksi kembang api.

“Iya, sebelumnya warga desa kami hanya membuat petasan saja. Namun, karena tingkat resikonya sangat tinggi, maka mereka akan beralih ke pembuatan kembang api. Sehingga mereka lebih nyaman dalam memproduksinya dan tidak membahayakan,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hampir semua produk kembang api dan petasan dari berbagai ukuran diperjual belikan di pasaran. Namun brandnya bukan dari Sukabumi, melainkan dari negara luar.

“Padahal ini peluang bagi kita. Apalagi, potensi wilayah Kebonpedes sudah biasa memproduksi petasan secara mandiri. Untuk itu, setelah study ini, nanti akan kita terapkan di wilayah Desa Bojongsawah,” timpalnya. (den/t)