Kasus AKI-AKB Meningkat

  • Whatsapp
RAKOR: Sejumlah peserta ketika mengikuti rapat koordinasi teknis dan validasi data kesehatan ibu dan anak di Hotel Selabintana Sukabumi.

Tak cukup itu saja, pihaknya pun terus berupaya melakukan berbagai terobosan, semisal merevitalisasi regulasi dengan penguatan Perda kemitraan bidan paraji, penguatan sistem rujukan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Tenaga Kesehatan (Nakes) melalui diklat, bidan desa praktik magang di RS rujukan serta rancangan pelayanan emergensi rujukan atau tim reaksi cepat dan call center ditujuh wilayah.

“Selain itu juga, kami memandang perlu adanya revitalisasi penguatan tim akselerasi penurunan AKI-AKB,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami memaparkan, penyebab dari permasalahan kematian ibu dan anak ini harus dicermati dan perlu berbagi peran serta saling mengkoordinasikan permasalahan di wilayah.

“Petugas di lapangan harus banyak mendengar sehingga permasalahan bisa cepat tertangani. Kita mendengar yang positif untuk mendorong satu program percepatan penanganan permasalahan,” papar Marwan ketika Rapat Koordinasi Teknis dan Validasi Data Kesehatan Ibu dan Anak di Hotel Selabintana, belum lama ini.

Ke depan sambung Marwan, harus ada team rescue Dinas Kesehatan untuk menangani secara cepat pelayanan di masyarakat. Sehingga ketika terjadi permasalahan, bisa diatasi dengan cepat.

Menurutnya, pelayanan kesehatan harus maksimal sehingga tidak ada lagi hambatan pelayanan kepada masyarakat.

“Masyarakat ingin membuat surat keterangan tidak mampu saja harus bayar, padahal sudah jelas masyarakat tersebut tidak mampu malah harus dibebani administrasi kesehatan yang menyulitkan. Kedepan saya tidak ingin ada keluhan seperti ini,” pungkasnya. (Bam/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *