Sementara itu, Kepala Desa Tanjungsari, Dilah Hablillah mengatakan, jembatan Cileungsir ini dibangun karena jembatan sebelumnya kondisinya sangat memperihatinkan. Selain terbuat dari anyaman bambu, licin dan berbolong, juga dapat mengancam keselamatan warga yang hendak melintas jembatan tersebut.
“Alhamdulillah jembatan ini, sudah dibangun oleh Polri. Seluruh warga disini sangat gembira dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Pak Kapolda yang sudah peduli hingga membangun jembatan permanen,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, proses pembangunan jembatan permanen yang dikerjakan selama 1,5 bulan dengan panjang sekitar 50 meter dan lebar 1,5 meter ini, telah menelan biaya sebesar Rp300 juta.
“Sebagai bentuk rasa syukur, setelah melakukan peresmian gunting pita di badan jembatan, kami juga menggelar hiburan rakyat dengan ngubek balong. Warga yang pertama berhasil menangkap ikan, telah kami undi dan mendapatkan berbagai door prize secara langsung dari Pak Kapolda beserta rombongannya,” imbuhnya.
Sementara itu, seorang warga Kampung Bantarsari, RT 5/3, Desa Tanjungsari, Risman (38) menjelaskan, jembatan yang menghubungkan antar Kecamatan Jampangtengah dengan Kecamatan Cikembar ini, merupakan satu-satunya akses warga menuju sentral publik.





