“Kalau memang protap Humas Polda, harusnya memberitahu ke kami di lapangan. Artinya gambar saat kapolda keliling di lokasi soal gambar akan satu pintu dari Polres.
Kalau itu diketahui dari awal, kami akan mengerti. Nah ini sama sekali tidak ada, jadi kami ambil gambar saja sesuai kebutuhan masing-masing media,” terang Rizki.
Senada dengan Rizki, Irfan jurnalis dari media online mengaku beberapakali dirinya dihalang-halangi polisi saat merekam gambar kegiatan vaksinasi.
“Saya dihalangi, dibuat tidak nyaman. Padahal tujuan saya ke sini memang mau liputan, bukan sekedar diundang. Hingga saat ini belum ada alasan dari mereka kenapa menghambat kerja kami,” ucap Irfan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Sukabumi Ipda Aah Saepul Rohman menjelaskan, permasalahan tersebut terjadi karena salah komunikasi di lapangan. Menurut Aah, awak media hanya diperkenankan meliput saat sesi wawancara saja dengan Kapolda Jabar.
“Jadi teman-teman hanya diperbolehkan (ambil gambar) di sesi wawancara saja, kalau untuk ambil gambar lain-lain oleh Humas (Polres Sukabumi),” singkat Aah saat dikonfirmasi.
Informasi yang diperoleh kunjungan Kapolda Jabar Irjen Pol. Ahmad Dofiri didampingi Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah itu dalam rangka kegiatan vaksinasi Covid 19 di Ponpes Assalam
Sebanyak 2.000 orang peserta yang terdiri dari santri, santriawati pondok pesantren Assalam ditambah dengan warga masyarakat sekitar Yayasan Ponpes Assalam mengikuti kegiatan vaksinasi.
Seluruh peserta vaksin diwajibkan mengikuti prosedur sebelum divaksin seperti pengecekan suhu tubuh, pengecekan tensi darah, screaning test kesehatan oleh tim medis yang sudah disiapkan panitia.
Tenaga vaksinator merupakan tim gabungan dari Polda Jabar, Polres Sukabumi, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dan dari internal ponpes itu sendiri.
Dalam keterangannya Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri menyatakan sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan vaksinasi ini. Ia optimis dengan adanya saling bahu membahu dalam pelaksanaan vaksin maka target vaksinasi akan segera tercapa.
“Tadi saya melihat bukan hanya santri, masyarakat sekitarpun begitu antusias mengikuti kegiatan vaksinasi, keterlibatan organisasi, lembaga selain TNI/Polri dalam pelaksanaan vaksinasi tentunya lebih mempercepat untuk membentuk kekebalan kelompok atau Herd Immunity di Jawa Barat ini yang mempunyai penduduk yang besar,” tandasnya. (cr1/t)






