“Paling jauh perjalanan melaut sekitar 2 jam atau sekitar 3 Mil, tergantung mesin perahu yang digunakan. Sekali berangkat kalau dekat operasi itu biaya 150 ribu, kalau jauh sekitar 350 ribu, itu buat solar dan kebutuhan lainnya selama di laut,” paparnya.
“Saya mulai ikut melaut kalau tidak salah sejak sekolah kelas 4 atau kelas 5 SD lah, ikut sama orang, jadi kebiasaan dan berusaha punya perahu sendiri sampai sekarang alhamdulillah,” sambungnya.
Sementara itu Wirin nelayan lainnya, selama tidak melaut juga memilih memperbaiki dan mempersiapkan peralatan tangkap untuk melaut jika kondisi cuaca sudah membaik, dan selama tidak bekerja Ia mengaku pernah mendapat bantuan sembako dari kementerian kelautan.
“Iya ada, pernah dapat bantuan sembako dari kementerian kelautan sebelum natal kemarin, sampai sekarang belum ada lagi, mudah mudahan ada bantuan lagi,” ucapnya.
Wirin mengaku, sekali turun melaut paling jauh untuk mencari dan menangkap ikan memakan perjalanan sekitar 2 jam atau sekitar 3 Mil, namun tergantung kapasitas mesin perahu yang digunakan.
“Sekali berangkat kalau dekat operasi itu biaya 150 ribu, kalau jauh sekitar 350 ribu, itu buat solar dan kebutuhan lainnya selama di laut, hari ini udah dua bulan tidak melaut ya begini, kadang minjem kadang kerja kalau ada yang nyuruh perbaiki jaring atau apa untuk memenuhi kebutuhan rumah,” paparnya. (ndi/d)






