BERITA UTAMA

Jeritan Nelayan Palabuhanratu tidak Melaut Akibat Cuaca Buruk

×

Jeritan Nelayan Palabuhanratu tidak Melaut Akibat Cuaca Buruk

Sebarkan artikel ini
Nelayan Palabuhanratu saat memperbaiki jaring untuk persiapan melaut.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)
Nelayan Palabuhanratu saat memperbaiki jaring untuk persiapan melaut.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)

SUKABUMI — Dalam beberapa hari cuaca di wilayah perairan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi dilanda cuaca buruk, dan sejumlah nelayan memilih memarkirkan perahunya di dermaga. Kamis (30/1/2025).

Sehingga, di tengah cuaca buruk, sebagian nelayan ada beralih pekerjaan sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarganya dengan bekerja serabutan namun ada juga memilih memperbaiki peralatan dan perlengkapan perahu, termasuk jaring sebagai alat tangkap ikan.

Bank bjb Tandamata

Seperti dilakukan Udiah (50) nelayan asal kampung Majlis, Kelurahan/ kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang mengaku sudah dua bulan tidak melaut akibat cuaca buruk, namun karena tidak memiliki pekerjaan lain dalam kesehariannya selama tidak melaut lebih memilih memperbaiki jaring dan juga perahunya.

 “Ini sudah dua bulan hampir tiga bulan gak melaut, menganggur saja, paling sehari hari memperbaiki jaring buat persiapan nanti kalau cuaca bagus,” ujar Udiah.

 “Iya memang sedang tidak bersahabat cuacanya, angin kencang, di tengah laut aja itu ketinggian ombak 1,5 meter sampai 3,5 meter lebih lah, makanya takut juga kan kalau memaksakan melaut, sangat beresiko,” imbuhnya.

Ditegaskan Udiah, kondisi cuaca buruk di tengah laut, sudah terjadi sejak dari bulan November 2024 hingga saat ini bulan Februari 2025 masih berlangsung, Ia memprediksikan biasanya cuaca akan kembali normal akan berlangsung hingga awal bulan Maret 2025.

 “Kalau saya biasanya cuaca ini berlangsung sampai Februari akhir dan awal bulan maret biasanya udah biasa lagi, kondisi cuaca biasa lagi, mudah mudahan,” jelasnya.

Udiah menegaskan, tidak setiap harinya turun melaut meski cuaca bagus, dalam satu bulan paling minimal 15 kali turun dengan menggunakan perahu jenis Dogol untuk menangkap ikan ikan kecil ataupun lebih difokuskan kepada tangkapannya Udang.