Korban telah meninggal dunia, diduga kehabisan darah akibat luka bacok dibagian punggungnya. “Luka itu di punggung kena bacok, kalau dari bukti semalam sih ada celurit sama pisau dapur. Meninggalnya korban, mungkin kehabisan darah, itu korban diantar ke rumahnya sama teman-temannya,”paparnya.
“Untuk pelaku mungkin nanti ada di pres releas Polres Sukabumi. Intinya pelaku ada dua orang. Pada intinya barusan juga kata Kapolsek sampai ada 19 orang yang diperiksa dan sekarang di Polres, berarti kan memang janjian dua belah pihak,” timpalnya.
Ketika disinggung mengenai titik lokasi tawuran pelajar ala gladiator, Oban menjawab, bahwa bahwa tempat gladiator tersebut merupakan lokasi lahan yang hendak dibuat pembangunan perumahan dan lokasinya berdekatan dengan jalan raya dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cijengkol Bungbulang. “Cuma mungkin karena jauh dari pemukiman, jadi kalau malam itu sepi. Nah, setelah kejadian itu, karena mungkin ketakutan teman-temannya karena korbannya luka, jadi serba bingung, itu mungkin malah dibawa muter-muter setelah kejadian itu, bukan langsung dibawa ke rumah korban,” paparnya.
Sementara itu, ketika wartawan dari Radar Sukabumi hendak melakukan konfirmasi, Kapolsek Caringin, Polres Sukabumi, enggan memberikan keterangan apapun. “Belum bisa kasih statment, karena perkaranya ditangani langsung oleh Polres. Selain itu, rencananya mahu di releas di Polres Sukabumi pada Senin (14/10),” singkat Kapolsek Caringin, Ipda Sugiarto. (Den)






