SUKABUMI – Kasus kenakalan pelajar kembali terjadi di Sukabumi. Kali ini, seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sukabumi, dikabarkan tewas setelah terlibat tawuran pelajar di Kampung Sunggapan, RT 02/RW 05, Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (10/10) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, kasus tawuran pelajar ala gladiator ini, diduga bermula dari salah satu pelajar yang membuat unggauan di media sosial dan mengajak berkelahi dan mendapatkan respon oleh pelajar lain.
Korban yang diketahui berinisial FMS (15) asal warga Kampung Cijengkol, RT 003/RW 004, Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi ini, merupakan salah satu alumni sekolah Mts di wilayah Kecamatan Caringin. Korban diketahui, telah melakukan duel gladiator dengan duel dua lawan dua. Yakni, FMS, ADR (16), RR (15), dan RAY (16) sekira pukul 21.00 WIB. Setelah menentukan lokasi gladiator, korban telah mengajak ADR. Sementara, RR mengajak RAY.
Saat gladiator, mereka menggunakan senjata tajam. Hingga, akhirnya korban mengalami luka sabetan dan meninggal dunia. Sementara, ADR mengalami luka sobek di sikut dan punggung.
Berdasarkan pantauan Radar Sukabumi di lokasi, pada Jumat (11/10) sekira pukul 17.00 WIB, jenazah korban tiba di rumah duka setelah dilakukan autopsi dari Rumah Sakit Kramat Jati dengan menggunakan mobil ambulance DVA Polres Sukabumi.
Isak tangis keluarga telah mengiringi kedatangan jenazah. Bahkan, salah satu anggota keluarga korban, sempat pingsan tak sadarkan diri, saat jenazah korban dievakuasi dari mobil ambulanca DVA Polres Sukabumi. Ratusan warga dan sejumlah pelajar pun ikut memakamkan jenazah pelajar tersebut.
Setelah itu, jenazah pelajar tersebut langsung di bawa ke salah satu masjid yang ada di kampung tersebut. Tidak lama setelah, jenazah korban langsung di kebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cijengkol Bungbulang pada sekira pukul 17.40 WIB.
Salah seorang warga setempat, AEF (22) mengatakan, pihaknya mengaku bahwa korban ini, telah meninggal dunia sekira pukul 23.00 WIB. “Iya, saya kaget juga dapat informasi itu. Katanya, korban meninggal dunia,” kata AEF kepada Radar Sukabumi pada Jumat (11/10).






