BERITA UTAMA

Janjian Duel Gladiator di Sukabumi, Pelajar Tewas Kehabisan Darah

×

Janjian Duel Gladiator di Sukabumi, Pelajar Tewas Kehabisan Darah

Sebarkan artikel ini
Duel Gladiator Pelajar Sukabumi
Petugas Kepolisian saat hendak mengevakuasi jenazah korban usia dilakukan autopsi di Rumah Sakit Kramat Jati pada Jumat (11/10) sore.

Berdasarkan informasi yang beredar, sambung AEF, korban ini telah meninggal dunia karena dibacok oleh pelajar lain. “Meninggalnya cenah gagara dibacok (meninggalnya katanya gegara dibacok), Ku barudak salahna teh cenah dimandian di Cariu korban teh (sama temannya salahnya dimandikan di Cariu korbannya,” paparnya.

“Padahal pas barudak mandiin korban teh masih ada napasna keneh, pulang ka dieu teh udah gak ada getih, beres bersih, bajuna diganti sareng teu aya nafasan (Padahal pas temannya mandiin korban teh masih ada napasnya, pulang ke sini sudah gak ada darah dan sudah bersih sama bajunya sudah diganti sama tidak ada nafasnya),” bebernya.

Bank bjb Tandamata

Menurutnya, korban ini merupakan salah satu pelajar dari salah satu SMK di wilayah Kecamatan Cisaat. “Itu korbannya baru duduk di kelas 1 dan mahu ulangan katanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cijengkol, Oban Sobandi mengatakan, pihaknya mengaku telah mendapatkan informasi kematian korban tersebut, berdasarkan laporan dari warga saat ia tengah menghadiri pengajian malam di wilayahnya.

“Iya, katanya ada tawuran dan mengakibatkan salah satu pelajar dari warga kami meninggal dunia. Cuman kita juga masih menunggu hasil dari polisi dan kita tidak tahu secara pasti kronologisnya, karena ini masih pemeriksaan oleh Polres Sukabumi, jadi kami masih menunggu,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang didapat, sambung Oban, akibat aksi gladitor pelajar tersebut, telah menyebabkan dua orang terluka. Satu diantaranya, meninggal dunia dan satu pelajar lainnya masih dalam perawatan tim medis di Rumah Sakit Sekarwangi Cibadak.

Kasus tawuran pelajar tingkat SMP ala gladiator ini, telah melibatkan sejumlah aumni sekolah tingkat Mts ataupun SMP sederajat di wilayah Kecamatan Caringin. “Nah, korban yang meninggal ini, juga alumni dari sekolah Mts yang ada di wilayah desa kami,” imbuhnya.

Sebelum melakukan aksi gladiator, para pelajar ini telah menjalin komunikasi antara korban dengan pelajar lainnya melalui media sosial. Setelah ditentukan waktu dan tempatnya, akhirnya para pelajar ini, langsung melakukan aksi gladiator dengan menggunakan senjata tajam. Bukan hanya itu, saat melakukan aksi gladiator tersebut, para pelajar ini juga telah merekam video aksinya. Bahkan, sampai dilakukan live streaming di Instragram.

“Iya menurut keterangan malam sih, ada streaming, mungkin di IG kayanya, cuma kita juga nggak sampai melihat. Nah, waktu malam, kata Kapolsek sendiri ada bukti-bukti video, cuma kita kan tidak bisa meminta bukti-bukti yang komplit, itu ranah mereka (polisi), kita mendapatkan keterangan seperti itu,” imbuhnya.