Saat ini, Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Barat sudah menurunkan dua alat berat berupa stum dan ekskavator untuk penanganan darurat jalan yang rusak akibat pergerakan tanah itu.
“Dua alat berat sudah diturunkan dan sekarang masih beroperasi untuk pengananan darurat. Ini dilakukan supaya jalan yang rusak akibat pergerakan tanah itu, bisa dilintasi kendaraan baik roda dua maupun roda empat,” timpalnya.
Sementara itu, Kapolsek Nyalindung AKP Endah Sriwigiarti menghimbau kepada seluruh masyarakat yang menggunakan Jalan Raya Nyalindung – Sagaranten, khsususnya saat melintsi lokasi pergerakan tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung untuk berhati-hati.
“Kondisi jalannya rusak, jadi para pengguna jalan harus lebih hati-hati dan tidak ugal-ugalan. Apalagi, untuk kendaraan yang membawa penumpang,” katanya.
Pihaknya menghimbau kepada pengguna jalan, agar lebih bersabar dengan kondisi jalan yang terpaksa buka tutup. Ini dilakukan untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami sudah mengintruksikan sejumlah anggota untuk berjaga di lokasi jalur tersebut untuk mengurai kemacetan,” pungkasnya. (den/d)







